Panangian Simanungkalit Memprediksi Sektor Properti Indonesia Booming pada 2028

Panangian Simanungkalit Memprediksi Sektor Properti Indonesia Booming pada 2028
Foto: Ilustrasi Panangian Simanungkalit Memprediksi Sektor Properti Indonesia Booming pada 2028.

Sektor properti di Indonesia diproyeksikan bakal mengalami lonjakan besar atau booming dalam dua tahun mendatang pada 2028. Pengamat properti Panangian Simanungkalit menjelaskan bahwa momentum kebangkitan ini dipicu oleh pertumbuhan ekonomi nasional yang positif serta stabilisasi harga komoditas global pada Senin (25/5), dilansir dari Media Indonesia.

"Perkiraan saya, 'booming' properti itu akan terjadi sekitar dua tahun dari sekarang," ujar Panangian.

Indikator kebangkitan bisnis properti ini diperkuat oleh pencapaian pertumbuhan ekonomi Indonesia yang menyentuh angka 5,61 persen pada kuartal pertama tahun ini. Menurut catatan sejarah, penguatan harga komoditas global biasanya akan segera diikuti oleh lonjakan signifikan pada sektor properti.

"Setelah rupiah stabil, emas dan komoditas mencapai puncak lalu melandai, maka giliran properti yang akan naik. Properti akan mengikuti tren stabilitas tersebut," jelas Panangian.

Situasi ekonomi global saat ini masih menghadapi tantangan geopolitik yang memicu kenaikan harga komoditas seperti minyak dan emas. Kendati demikian, kondisi perekonomian domestik diprediksi mulai stabil dalam satu hingga dua bulan ke depan.

"Waktu yang tepat adalah ketika banyak orang masih ragu. Jika sudah terlihat bangkit, harga properti pasti sudah tinggi dan momentumnya terlambat," tambah Panangian.

Selain faktor siklus ekonomi, pertumbuhan aset properti di tanah air juga didukung oleh kebijakan fiskal pemerintah. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memperpanjang fasilitas Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) sebesar 100 persen hingga 31 Desember 2027.

Insentif pajak ini ditargetkan mampu menyasar sekitar 40 ribu unit properti setiap tahunnya. Langkah strategis tersebut diambil demi mempertahankan daya beli masyarakat kelas menengah sekaligus memaksimalkan multiplier effect dari sektor properti terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

Artikel terkait

Rekomendasi