Pramono Anung Targetkan Jakarta Masuk 50 Besar Kota Global Dunia

Pramono Anung Targetkan Jakarta Masuk 50 Besar Kota Global Dunia
Foto: Ilustrasi Pramono Anung Targetkan Jakarta Masuk 50 Besar Kota Global Dunia.

Gubernur Jakarta Pramono Anung menargetkan transformasi Jakarta menjadi 50 besar kota global dunia pada akhir masa jabatannya saat meresmikan Deklarasi Gerakan Pilah Sampah di Plaza Festival, Jakarta, Minggu (10/5). Dilansir dari Detik Travel, agenda ini bertepatan dengan Pencanangan HUT ke-499 Kota Jakarta.

Pramono memaparkan ambisinya untuk mendongkrak peringkat Jakarta yang saat ini menunjukkan tren positif dalam indeks kota dunia. Ia mencatat adanya kenaikan peringkat yang signifikan dalam kurun waktu kurang dari satu tahun kepemimpinannya bersama Rano Karno.

"Jakarta ketika saya dan Bang Dul menjabat, kita ranking 74 dari 156 kota dunia. Dalam waktu 10 bulan, Allhamdulillah sudah naik menjadi 71. Tapi kami menargetkan mudah-mudahan di akhir jabatan saya dan Bang Dul bisa menjadi top 50 kota global dunia," kata Pramono Anung, Gubernur Jakarta.

Keyakinan tersebut didasari atas status Jakarta yang kini diakui sebagai salah satu kota paling aman di Asia Tenggara. Parameter keamanan menjadi landasan utama bagi sebuah kota untuk bersaing di level internasional.

"Saya yakin bisa karena persyaratan dasarnya sekarang ini sudah dipenuhi. Salah satunya adalah Jakarta menjadi kota teraman nomor 2 di ASEAN, di mana nomor 1 Singapura, This is first time Jakarta nomor 2 , Jakarta biasanya nomor 5, nomor 6, kalah sama Bangkok, Kuala Lumpur, dan sebagainya," kata Pramono Anung, Gubernur Jakarta.

Selain aspek keamanan, penurunan jumlah kawasan kumuh di Jakarta juga menjadi sorotan utama dalam capaian kinerja pemerintah daerah. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik Nasional, terjadi pengurangan jumlah Rukun Warga (RW) kumuh yang mencapai lebih dari separuh angka sebelumnya.

"Dan yang salah satu yang mengembirakan adalah survei yang diadakan oleh Badan Pusat Statistik Nasional. Di tahun 2017, kota kumuh atau RW kumuh Jakarta dari 2.900 lebih, RW kumuhnya adalah 445 RW kumuh. Kemarin disurvei, sekarang Jakarta turun 52 persen lebih menjadi 211 RW kumuh," lanjut Pramono Anung, Gubernur Jakarta.

Ia menegaskan bahwa pencapaian pembenahan lingkungan tersebut tidak lepas dari kontribusi aktif berbagai elemen masyarakat, khususnya peran para penggerak perempuan di tingkat akar rumput.

"Mereka lah yang di lapangan yang kemudian membuat RW-RW kumuh dulunya yang tidak tertangani, Alhamdulillah sekarang ini menurun cukup drastis sekali," tambah Pramono Anung, Gubernur Jakarta.

Terkait manajemen limbah, Pemerintah Provinsi Jakarta berupaya menjalin sinergi dengan kementerian terkait guna mencari solusi permanen. Gerakan memilah sampah dari sumbernya ditekankan sebagai budaya baru bagi warga ibu kota.

"Kita akan mengadakan gerakan untuk pilah sampah. Kita lakukan dengan sungguh-sungguh dan serius menjadi gerakan baru bagi Jakarta untuk memilah sampah ini. Dan harapan saya adalah mudah-mudahan persoalan sampah di Jakarta yang dari waktu ke waktu akan terselesaikan," tambah Pramono Anung, Gubernur Jakarta.

Acara ditutup dengan pernyataan resmi dimulainya rangkaian peringatan hari jadi kota serta ajakan untuk menjaga kebersihan lingkungan secara kolektif.

"Dengan mengucap Bismillahirrahmanirrahim, pada hari ini Minggu tanggal 10 Mei tahun 2026, deklarasi gerakan pilah sampah sekaligus pencanangan hari ulang tahun ke-499 kota Jakarta dimulai. Jaga Jakarta bersih, pilah sampah. Secara resmi saya nyatakan dimulai," tutup Pramono Anung, Gubernur Jakarta.

Artikel terkait

Rekomendasi