Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memimpin gerakan penangkapan ikan sapu-sapu di aliran sungai kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara, pada Jumat (17/4/2026) pagi. Aksi ini merupakan bagian dari upaya serentak pemerintah daerah untuk memulihkan ekosistem perairan di seluruh wilayah ibu kota.
Dilansir dari Megapolitan, kegiatan yang berlangsung di Jalan Janur Elok VI tersebut melibatkan petugas PPSU, Dinas Sumber Daya Air (SDA), hingga personel TNI AL. Pantauan di lokasi menunjukkan sungai selebar lima meter yang membelah kawasan pemukiman elit tersebut memiliki air keruh kehijauan meskipun permukaannya bersih dari sampah plastik.
Pramono tiba di lokasi sekitar pukul 07.30 WIB dan langsung memantau proses penjaringan dari atas kubus apung. Dalam kurun waktu sepuluh menit, petugas berhasil mengangkat lima ekor ikan sapu-sapu berukuran besar dari dasar sungai untuk ditunjukkan kepada sang Gubernur.
"Yang besar ini betina," kata Pramono Anung, Gubernur DKI Jakarta.
Pembersihan ini merespons keluhan terkait dominasi spesies invasif yang mengganggu keseimbangan hayati di sungai-sungai Jakarta. Sebelum peninjauan lapangan, instruksi pembersihan massal telah disampaikan di Balai Kota Jakarta pada Kamis (16/4/2026).
"Jadi untuk pembersihan ikan sapu-sapu akan dilakukan di lima kota. Jakarta Pusat, Jakarta Selatan, Jakarta Barat, Jakarta Timur, dan Jakarta Utara," ujar Pramono Anung, Gubernur DKI Jakarta.
Langkah eliminasi ikan sapu-sapu diambil setelah adanya hasil uji laboratorium yang menunjukkan risiko tinggi bagi kesehatan manusia. Ikan tersebut diketahui memiliki kemampuan bertahan hidup yang luar biasa dalam kondisi air yang tercemar berat.
"Kenapa ikan ini harus dibersihkan? Karena memang sudah merusak. Dan dari hasil lab, hampir semua ikan yang dites di laboratorium kadar batasnya itu kan 0,3 miligram. Dia lebih dari itu, sehingga akan sangat berbahaya kalau dikonsumsi," katanya Pramono Anung, Gubernur DKI Jakarta.
Keberadaan ikan ini juga berdampak negatif pada infrastruktur sungai karena kebiasaan mereka membuat lubang di dinding tanah yang memicu kerusakan tanggul. Selain itu, ikan asal Amerika Selatan ini kerap memangsa telur ikan lokal sehingga populasi ikan asli Jakarta terus menyusut.
"Memang ikan ini bisa hidup dalam segala cuaca termasuk dalam kondisi air yang sangat-sangat tidak sehat. Dan memang ikan yang sumbernya itu di Amerika Selatan, di sana pun ini sudah menjadi persoalan dan dimusnahkan," ungkap Pramono Anung, Gubernur DKI Jakarta.