Pramono Anung Larang Intervensi Politik dalam Seleksi Direksi BUMD

Pramono Anung Larang Intervensi Politik dalam Seleksi Direksi BUMD
Foto: Ilustrasi Pramono Anung Larang Intervensi Politik dalam Seleksi Direksi BUMD.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo secara tegas melarang adanya intervensi politik maupun praktik titipan dalam proses perombakan jajaran direksi hingga komisaris Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) DKI Jakarta pada Jumat (17/4/2026). Langkah ini diambil untuk memastikan posisi strategis perusahaan daerah diisi oleh figur-figur yang memiliki kompetensi tinggi dan profesionalisme kerja.

Kebijakan penataan manajemen tersebut bertujuan untuk memperkuat tata kelola internal tanpa gangguan kepentingan dari pihak luar. Dilansir dari Megapolitan, Pramono menekankan bahwa keputusan akhir mengenai pemilihan pejabat BUMD tetap berada di tangan gubernur demi mendapatkan kandidat terbaik bagi pembangunan Jakarta.

ÔÇ£Sebagai Gubernur, saya percaya betul dengan proses yang dijalankan sekarang ini. Bahkan, ketika melakukan perombakan direksi, komisaris, dan sebagainya, saya cuma minta satu hal, jangan ada intervensi politik, jangan ada titipan. Kalau ada keputusan pun yang memutuskan Gubernur, supaya dipilih orang-orang yang terbaik,ÔÇØ ujar Pramono, Gubernur DKI Jakarta.

Pramono mengakui bahwa saat ini BUMD Jakarta masih memiliki beberapa kekurangan yang perlu diperbaiki secara berkelanjutan. Meski demikian, performa sejumlah perusahaan daerah seperti Bank Jakarta, PAM Jaya, Jakpro, hingga Dharma Jaya dinilai telah menunjukkan tren peningkatan yang positif bagi kas daerah.

ÔÇ£Maka, kata kuncinya adalah saya memberikan kesempatan, dan saya percaya dengan saudara-saudara untuk mengelola perusahaan ini,ÔÇØ ujar Pramono, Gubernur DKI Jakarta.

Gubernur juga memperingatkan seluruh pihak agar tidak menyalahgunakan namanya untuk kepentingan pribadi atau kelompok tertentu dalam urusan BUMD. Ia berambisi agar seluruh perusahaan milik pemerintah daerah dapat tumbuh lebih sehat dan tidak lagi dibebani oleh hal-hal yang tidak produktif.

ÔÇ£Kalau ada orang yang mengatasnamakan saya, harus ngomong langsung dengan saya. Saya sudah pengin betul membangun BUMD-BUMD ini menjadi lebih baik supaya tidak kebebanan dengan hal-hal yang tidak produktif,ÔÇØ ucap Pramono, Gubernur DKI Jakarta.

Pramono meminta manajemen BUMD untuk senantiasa mengedepankan keterbukaan dan komunikasi yang baik dalam membangun budaya kerja baru. Ia menyatakan komitmennya untuk selalu terbuka dalam mendengarkan setiap persoalan yang membutuhkan keputusan strategis demi kemajuan perusahaan milik daerah tersebut.

Artikel terkait

Rekomendasi