Pramono Anung Kritik Ego Pejabat BUMD DKI Jakarta Terkait Sinergi

Pramono Anung Kritik Ego Pejabat BUMD DKI Jakarta Terkait Sinergi
Foto: Ilustrasi Pramono Anung Kritik Ego Pejabat BUMD DKI Jakarta Terkait Sinergi.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyoroti hambatan komunikasi akibat besarnya ego sektoral di kalangan pejabat Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) saat menghadiri BUMD Leaders Forum 2026 di Ancol, Jakarta Utara, pada Jumat (17/4/2026).

Masalah tersebut dinilai menjadi pemicu utama belum maksimalnya kerja sama antarlembaga di lingkup pemerintah provinsi, sebagaimana dilansir dari Megapolitan. Pramono menekankan bahwa koordinasi yang buruk sering kali merugikan kepentingan publik.

"Problem kita yang paling utama adalah seringkali ego di antara para pejabat, termasuk pejabat BUMD-nya kegedean. Komunikasinya tidak berjalan dengan baik," kata Pramono, Jumat.

Ketidaksinkronan ini dicontohkan melalui minimnya integrasi antara dua aset besar milik Pemprov DKI, yakni kawasan Ancol dan Jakarta International Stadium (JIS). Kedua wilayah tersebut selama ini beroperasi tanpa konektivitas yang memadai.

"Sudah berjalan begitu lama antara JIS dan Ancol tidak pernah disinergikan," kata dia.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kini tengah membangun jembatan sepanjang 350 meter guna menyatukan akses kedua kawasan tersebut. Langkah ini diambil untuk mempermudah mobilitas masyarakat dan mengurai kemacetan saat ada kegiatan besar.

"Sebentar lagi akan kita resmikan. Bulan Juni KRL juga akan berhenti di bawahnya, antara Ancol dan JIS," ujarnya.

Pramono menceritakan pengalamannya terjebak macet akibat buruknya akses transportasi di sekitar stadion kebanggaan Jakarta tersebut. Penataan akses ini diharapkan menjadi solusi permanen bagi masalah kelancaran lalu lintas di area Jakarta Utara.

"Saya pernah alami sendiri, mobil tidak bisa keluar lebih dari dua jam saat ada acara," katanya.

Gubernur mendesak adanya transformasi pola pikir bagi seluruh manajemen perusahaan daerah agar lebih adaptif menghadapi tantangan ekonomi. Hal ini berkaitan dengan ancaman tekanan pangan akibat fenomena El Nino yang diprediksi bertahan hingga September.

"Cara berpikirnya harus berubah. Tidak bisa lagi pakai pola lama," ucapnya.

Perbaikan kinerja BUMD juga mencakup penguatan kreativitas pembiayaan di luar Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Pramono mendorong perusahaan daerah untuk mulai berekspansi dan menjalin kolaborasi dengan pihak di luar Jakarta.

"Forum ini saya harapkan jadi awal perbaikan cara kerja kita," ujarnya.

Pramono Anung menginstruksikan seluruh jajaran BUMD untuk segera melakukan konsolidasi internal dalam kurun waktu satu tahun ke depan guna memastikan efisiensi pembangunan Jakarta.

Artikel terkait

Rekomendasi