Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca di wilayah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) akan didominasi kondisi cerah berawan pada Minggu, 10 Mei 2026. Berdasarkan data pemantauan terkini, suhu udara di sejumlah titik seperti Kota Yogyakarta dan Bantul diprediksi menyentuh angka 32 derajat Celcius pada siang hari.
Kondisi cuaca cerah ini merata di hampir seluruh kabupaten dan kota di DIY sejak pagi hingga sore hari. Masyarakat yang berencana melakukan aktivitas luar ruangan pada akhir pekan ini diimbau untuk mewaspadai paparan sinar matahari, meskipun tingkat kelembapan udara masih tergolong tinggi di beberapa wilayah titik pantau.
Menurut laporan resmi BMKG, wilayah Kulon Progo diprediksi memiliki suhu berkisar 23 hingga 31 derajat Celcius dengan tingkat kelembapan antara 66 hingga 98 persen. Kondisi di wilayah barat DIY ini terpantau stabil dengan dominasi awan tipis yang tidak berpotensi menurunkan hujan pada hari ini.
Sementara itu, wilayah Bantul mencatatkan suhu udara yang sedikit lebih hangat, yakni pada rentang 22 sampai 32 derajat Celcius. Tingkat kelembapan di Bantul mencapai 63 hingga 99 persen. Fenomena unik diprediksi baru akan muncul beberapa hari ke depan, di mana warga diimbau mulai bersiap menghadapi potensi udara kabur yang diperkirakan terjadi pada pertengahan pekan mendatang.
Untuk wilayah pegunungan di Gunungkidul, suhu udara tercatat berada pada angka 22 hingga 31 derajat Celcius. BMKG mencatat kelembapan di wilayah ini berada pada kisaran 62 sampai 99 persen. Meskipun hari ini cerah, data historis menunjukkan adanya potensi kabut atau asap yang perlu diantisipasi oleh para pengendara yang melintasi jalur perbukitan dalam waktu dekat.
Kondisi Cuaca di Sleman dan Kota Yogyakarta
Wilayah Sleman, termasuk area kaki Gunung Merapi, diprediksi mengalami suhu antara 23 hingga 31 derajat Celcius dengan kelembapan 59 sampai 97 persen. Pertanyaan warga mengenai "apakah besok jogja hujan" tampaknya belum akan terjawab dalam waktu dekat, karena hujan ringan di Sleman baru diprediksi akan turun secara lokal pada Senin, 11 Mei dan Rabu, 13 Mei mendatang.
Di pusat Kota Yogyakarta, suhu udara diprakirakan cukup terik dengan angka maksimal 32 derajat Celcius dan kelembapan 57 hingga 98 persen. Para wisatawan dan warga lokal diharapkan tetap menjaga hidrasi tubuh untuk menghindari kelelahan akibat cuaca panas yang menyengat di kawasan perkotaan.
Berikut adalah ringkasan parameter cuaca di lima wilayah utama DIY pada Minggu, 10 Mei 2026:
| Wilayah | Suhu Min (┬░C) | Suhu Maks (┬░C) | Kelembapan (%) |
|---|---|---|---|
| Kota Yogyakarta | 23 | 32 | 57ÔÇô98 |
| Sleman | 23 | 31 | 59ÔÇô97 |
| Bantul | 22 | 32 | 63ÔÇô99 |
| Kulon Progo | 23 | 31 | 66ÔÇô98 |
| Gunungkidul | 22 | 31 | 62ÔÇô99 |
Peringatan Indeks UV Ekstrem
Selain suhu udara, BMKG juga memberikan catatan khusus mengenai kondisi atmosfer pada awal pekan. Meskipun hari ini relatif aman, data dari Weather.com menunjukkan bahwa suhu terasa atau feels like di Yogyakarta dapat mencapai titik tertinggi 41 derajat Celcius pada Senin besok. Hal ini dipicu oleh fluktuasi kelembapan dan posisi matahari.
Masyarakat perlu memperhatikan bahaya indeks UV ekstrem di Jogja yang diprediksi mencapai level puncaknya pada periode waktu siang hari antara pukul 13:00 hingga 14:00 WIB. Penggunaan tabir surya dan pelindung kepala sangat disarankan bagi mereka yang harus bekerja di bawah terik matahari langsung guna menghindari risiko kesehatan kulit.
Fokus Cuaca di Wilayah Kalasan Sleman
Berdasarkan info cuaca Kalasan Sleman terbaru, wilayah Kelurahan Purwomartani, Tirtomartani, Tamanmartani, dan Selomartani memiliki karakteristik cuaca yang serupa dengan wilayah Sleman pada umumnya. Suhu rata-rata di wilayah ini berada pada angka 23 hingga 31 derajat Celcius.
- Kondisi langit didominasi cerah berawan sepanjang hari Minggu.
- Kelembapan udara terendah di Kalasan terpantau pada angka 58 persen.
- Angin bertiup dari arah Tenggara dengan kecepatan rata-rata 1 hingga 15 km/jam.
- Prediksi hujan ringan merata di wilayah Kalasan baru akan terjadi pada Rabu, 13 Mei 2026.
Secara umum, angin di seluruh wilayah DIY berhembus dari arah Tenggara. Kecepatan angin yang relatif rendah ini membuat sirkulasi udara terasa kurang maksimal, sehingga suhu panas di permukaan bumi cenderung bertahan lebih lama di atmosfer bawah. BMKG Yogyakarta akan terus melakukan pembaruan data secara berkala melalui stasiun klimatologi untuk memberikan informasi terkini bagi masyarakat.