Kota Surabaya diprediksi akan mengalami cuaca panas terik dengan suhu udara maksimal menyentuh angka 35 derajat Celsius pada Selasa, 12 Mei 2026. Berdasarkan data prakiraan cuaca, kondisi langit di wilayah ibu kota Jawa Timur ini akan didominasi oleh cuaca cerah hingga berawan tipis sepanjang hari.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta pemantauan data AccuWeather menunjukkan bahwa kenaikan suhu mulai terasa signifikan sejak pagi hari. Masyarakat dihimbau untuk membatasi aktivitas di luar ruangan, terutama saat memasuki jam-jam krusial di siang hari ketika radiasi matahari berada pada level tertinggi.
Prakiraan cuaca Surabaya besok jam per jam menunjukkan fluktuasi suhu yang cukup tajam antara dini hari hingga siang hari. Pada pukul 04.00 hingga 05.00 WIB, suhu udara berada di titik terendah yakni 25 derajat Celsius dengan tingkat kelembapan mencapai 94 persen.
Kondisi berubah drastis saat memasuki pukul 10.00 WIB, di mana suhu merangkak naik ke angka 32 derajat Celsius. Puncak panas atau "suhu udara surabaya paling panas jam berapa" diprediksi terjadi pada pukul 12.00 hingga 14.00 WIB dengan catatan suhu udara 35 derajat Celsius.
Meskipun termometer mencatat angka 35 derajat Celsius, sensasi suhu yang dirasakan atau RealFeel diprediksi bisa mencapai 42 derajat Celsius. Hal ini dipengaruhi oleh kombinasi suhu tinggi dan tingkat kelembapan udara yang berkisar di angka 52 persen pada siang hari.
Bahaya Indeks UV Ekstrem di Surabaya
Selain suhu udara yang menyengat, warga juga perlu mewaspadai bahaya indeks UV ekstrem di Surabaya yang diperkirakan terjadi antara pukul 11.00 hingga 13.00 WIB. Pada periode tersebut, indeks ultraviolet dilaporkan mencapai level 10 hingga kategori ekstrem yang berisiko merusak kulit dan mata jika terpapar langsung tanpa perlindungan.
Kelompok sensitif, termasuk anak-anak dan lansia, disarankan untuk tetap berada di dalam ruangan. Penggunaan tabir surya (sunscreen), payung, atau pakaian lengan panjang sangat dianjurkan bagi warga yang harus beraktivitas di bawah terik matahari.
Tingkat tutupan awan di Surabaya besok diperkirakan sangat minim, yakni hanya berkisar antara 14 persen hingga 30 persen pada siang hari. Kondisi ini membuat paparan sinar matahari langsung ke permukaan bumi menjadi tidak terhalang, yang memperkuat sensasi panas di area terbuka.
Kondisi Angin dan Maritim Tanjung Perak
Bagi pelaku industri pelayaran dan nelayan, prakiraan cuaca Pelabuhan Tanjung Perak terbaru melaporkan kondisi yang relatif kondusif untuk aktivitas maritim. Kecepatan angin di wilayah perairan Surabaya-Bangkalan terpantau stabil di angka 4 km/jam hingga 15 km/jam.
Berikut adalah tabel ringkasan prakiraan cuaca Surabaya untuk Selasa, 12 Mei 2026:
| Waktu (WIB) | Suhu (┬░C) | Kondisi Langit | Kelembapan (%) |
|---|---|---|---|
| 05:00 | 25 | Cerah Berawan | 94 |
| 10:00 | 32 | Cerah | 65 |
| 13:00 | 35 | Cerah Terik | 52 |
| 16:00 | 31 | Berawan Tipis | 68 |
| 22:00 | 28 | Berawan | 85 |
Banyak warga mulai bertanya-tanya "apakah besok di surabaya akan turun hujan" untuk meredakan suhu panas ini. Namun, berdasarkan data terkini, potensi hujan di wilayah Surabaya pusat sangat minim pada 12 Mei. Kemungkinan curah hujan ringan baru terdeteksi muncul pada Kamis dini hari mendatang dengan intensitas antara 0,3 mm hingga 2,11 mm.
Peringatan Kesehatan untuk Warga
Kualitas udara dan suhu yang ekstrem ini memicu peringatan kesehatan bagi masyarakat. Paparan udara panas yang berkepanjangan dapat menyebabkan dehidrasi, iritasi tenggorokan, hingga kesulitan bernapas bagi mereka yang memiliki riwayat penyakit pernapasan.
- Minum air putih minimal 2 liter sehari untuk mencegah dehidrasi.
- Gunakan pelindung kepala atau payung saat berjalan di area terbuka.
- Hindari penggunaan pakaian berwarna gelap yang menyerap panas.
- Pantau kondisi fisik dan segera mencari peneduh jika merasa pusing atau mual.
Secara keseluruhan, kondisi cuaca Surabaya pada Selasa ini merupakan tipikal puncak musim kemarau dengan radiasi matahari yang kuat. BMKG terus memperbarui data cuaca melalui laman resminya untuk memantau perubahan arah angin dan potensi pertumbuhan awan hujan di sekitar wilayah Jawa Timur.