Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika memprakirakan cuaca di wilayah Kota Depok didominasi oleh kondisi berawan hingga cerah berawan pada Selasa, 19 Mei 2026 esok hari. Tingkat suhu udara di kota ini diproyeksikan berada pada rentang minimum 23 derajat Celsius hingga maksimum mencapai 31 derajat Celsius.
Kondisi atmosfer di wilayah penyangga ibu kota ini menunjukkan stabilitas cuaca yang cukup tinggi menjelang pergantian hari. Berdasarkan rilis data resmi institusi meteorologi tersebut, sebagian besar wilayah kecamatan tidak menunjukkan potensi turunnya hujan dengan intensitas tinggi sepanjang esok hari.
Masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan diimbau untuk tetap memperhatikan fluktuasi kelembapan udara yang cukup tinggi, terutama pada malam hari. Tingkat kelembapan udara di wilayah administratif Kota Depok secara umum diprediksi bergerak di kisaran 63 persen hingga 98 persen.
Rincian Kondisi Cuaca Per Jam di Wilayah Pancoran Mas
Data spesifik untuk wilayah Kecamatan Pancoran Mas menunjukkan pergerakan cuaca yang fluktuatif sejak dini hari. Perubahan kondisi dari berawan menjadi cerah berawan akan mewarnai aktivitas warga sejak pagi hari hingga menjelang tengah hari.
Kecepatan angin di kawasan ini diprakirakan berembun secara perlahan dari arah selatan pada dini hari, kemudian bergeser dari arah tenggara dan utara pada siang hari. Jarak pandang vertikal maupun horizontal di kawasan Pancoran Mas diproyeksikan berada di bawah 7 kilometer pada beberapa waktu tertentu.
Berikut adalah rincian prakiraan cuaca per jam untuk wilayah Kecamatan Pancoran Mas pada tanggal 19 Mei 2026:
- Pukul 00.00 WIB: Kondisi cuaca berawan dengan suhu mencapai 25 derajat Celsius, kelembapan udara 95 persen, dan kecepatan angin 3 kilometer per jam dari arah Selatan.
- Pukul 07.00 WIB: Kondisi cuaca cerah berawan dengan suhu mencapai 26 derajat Celsius, kelembapan udara 88 persen, dan kecepatan angin 4,1 kilometer per jam dari arah Tenggara.
- Pukul 13.00 WIB: Kondisi cuaca cerah dengan suhu maksimum mencapai 31 derajat Celsius, kelembapan udara turun hingga 63 persen, dan angin berembus 7,5 kilometer per jam dari arah Utara.
Prakiraan Suaca dan Suhu Udara di Kawasan Kecamatan Sawangan
Pola cuaca yang serupa juga terjadi di bagian barat Kota Depok, tepatnya di wilayah Kecamatan Sawangan. BMKG memetakan kondisi cuaca di beberapa kelurahan seperti Pasir Putih, Bedahan, Pengasinan, Cinangka, dan Sawangan Baru secara detail.
Kawasan Sawangan secara umum akan melewati hari esok dengan kondisi langit yang tertutup awan secara konsisten. Namun, fluktuasi suhu dan kelembapan di tiap-tiap kelurahan menunjukkan perbedaan tipis berdasarkan karakteristik geografis lokal masing-masing kawasan.
Informasi spasial mengenai estimasi suhu minimum, suhu maksimum, serta rentang persentase kelembapan udara di wilayah Sawangan telah dirangkum dalam visualisasi data terstruktur.
| Wilayah Kelurahan | Kondisi Cuaca | Suhu Udara (┬░C) | Kelembapan Udara (%) |
|---|---|---|---|
| Pasir Putih | Berawan | 24ÔÇô31 | 63ÔÇô97 |
| Bedahan | Berawan | 24ÔÇô31 | 63ÔÇô97 |
| Pengasinan | Berawan | 23ÔÇô31 | 64ÔÇô97 |
| Cinangka | Berawan | 24ÔÇô31 | 64ÔÇô97 |
| Sawangan | Berawan | 24ÔÇô31 | 64ÔÇô98 |
| Sawangan Baru | Berawan | 24ÔÇô31 | 64ÔÇô97 |
| Kedaung | Berawan | 24ÔÇô31 | 64ÔÇô97 |
Tren Cuaca Kota Depok dalam Beberapa Hari ke Depan
Pola cuaca berawan yang mendominasi wilayah Kota Depok pada esok hari diprediksi menjadi fase transisi sebelum memasuki potensi hujan ringan pada hari-hari berikutnya. Data pemodelan cuaca menunjukkan bahwa intensitas hujan ringan baru akan mulai membasahi bumi dtersebut pada pertengahan pekan nanti.
Kawasan Pancoran Mas dan Sawangan diproyeksikan akan mulai mengalami perubahan cuaca yang signifikan pada tanggal 20 dan 21 Mei 2026. Hujan dengan intensitas ringan diperkirakan bakal turun secara merata pada waktu pagi dan siang hari di kedua wilayah administrasi tersebut.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika terus memperbarui data dinamika atmosfer ini secara berkala melalui stasiun pemantau cuaca utama di wilayah Jawa Barat. Perubahan arah angin dan kelembapan udara yang drastis tetap menjadi parameter utama dalam penentuan potensi cuaca ekstrem di kawasan hilir.