Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis prakiraan cuaca untuk wilayah Jawa Barat pada Senin, 11 Mei 2026 dengan kondisi dominan berawan hingga cerah berawan di sebagian besar wilayah. Meski demikian, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap potensi hujan ringan yang diprediksi akan mulai membasahi beberapa titik pada sore hari nanti.
Berdasarkan data resmi BMKG, suhu udara di wilayah Jawa Barat bagian utara diprediksi menyentuh angka 22 hingga 34 derajat Celcius. Sementara itu, untuk wilayah Jawa Barat bagian selatan, suhu udara terpantau sedikit lebih rendah dengan rentang antara 18 hingga 32 derajat Celcius dengan tingkat kelembapan udara mencapai 97 persen.
Kondisi angin secara umum bertiup dari arah Timur menuju Tenggara dengan kecepatan yang bervariasi antara 05 hingga 35 kilometer per jam. "Cek prakiraan cuaca bmkg jawa barat" menjadi salah satu permintaan informasi yang meningkat seiring dengan fluktuasi cuaca yang terjadi di beberapa kabupaten dan kota besar seperti Bandung dan Bogor.
Untuk wilayah Kabupaten Majalengka, BMKG mencatat kondisi cuaca yang cukup spesifik di tingkat kecamatan. Wilayah Kecamatan Majalengka diprediksi akan mengalami kondisi berawan dengan suhu udara terendah mencapai 22 derajat Celcius, khususnya di wilayah pedesaan seperti Babakan Jawa, Kulur, dan Kawunggirang.
Selain suhu, tingkat kelembapan udara di Majalengka juga menjadi sorotan karena berada di kisaran 51 hingga 97 persen. Kondisi ini diprediksi akan terus berlangsung hingga pertengahan Mei, di mana cuaca cerah diprediksi baru akan muncul secara dominan pada tanggal 13 Mei mendatang.
Berikut adalah rincian data prakiraan cuaca untuk beberapa parameter utama di Jawa Barat pada 11 Mei 2026:
| Wilayah | Suhu Minimum (┬░C) | Suhu Maksimum (┬░C) | Kelembapan (%) |
|---|---|---|---|
| Jawa Barat Utara | 22 | 34 | 60ÔÇô96 |
| Jawa Barat Selatan | 18 | 32 | 60ÔÇô97 |
| Kecamatan Majalengka | 22 | 32 | 51ÔÇô97 |
Peringatan Cuaca Ekstrem dan Kondisi Maritim
Pihak BMKG Jawa Barat juga mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem di wilayah Bogor dan sekitarnya. Warga sering menanyakan "cuaca bogor hujan atau tidak" mengingat wilayah ini memiliki intensitas hujan yang seringkali berbeda dengan wilayah Jabar lainnya pada sore hari.
"Masyarakat diminta tetap waspada terhadap potensi hujan yang dapat disertai kilat atau petir serta angin kencang di wilayah Bogor dalam skala lokal pada waktu siang hingga menjelang malam hari," tulis BMKG Jawa Barat dalam keterangan resminya.
Selain kondisi di darat, laporan cuaca maritim juga menunjukkan adanya risiko di perairan selatan. Periode validitas cuaca maritim berlaku mulai 11 Mei 2026 pukul 00.00 WIB hingga 14 Mei 2026 di wilayah Samudra Hindia selatan Jawa Barat dengan tinggi gelombang yang perlu diantisipasi oleh para nelayan dan pelaku aktivitas laut.
Bagi warga yang berencana melakukan perjalanan di area pegunungan, prakiraan suhu udara di bandung dan sekitarnya menunjukkan tren stabil namun cenderung dingin di malam hari. Hal ini dipengaruhi oleh pergerakan angin Tenggara yang membawa massa udara kering namun tetap membawa potensi awan hujan di beberapa titik tertentu.
Daftar Wilayah Waspada Hujan Ringan
Beberapa wilayah diprediksi akan mengalami perubahan cuaca dari cerah berawan menjadi hujan ringan pada periode sore hari. Berdasarkan analisis data cuaca, berikut adalah beberapa poin penting untuk diperhatikan:
- Wilayah Bogor dan Depok berpotensi mengalami hujan ringan pada pukul 15.00 hingga 18.00 WIB.
- Kabupaten Majalengka diprediksi akan tetap berawan namun memiliki peluang hujan pada tanggal 15 Mei mendatang.
- Kecepatan angin di pesisir utara Jabar dapat mencapai 35 km/jam, lebih tinggi dibandingkan wilayah tengah.
- Kelembapan udara di wilayah selatan tetap tinggi, memicu terbentuknya kabut di daerah dataran tinggi pada pagi hari.
Masyarakat diminta untuk terus memperbarui informasi melalui kanal resmi BMKG guna memantau perkembangan cuaca yang dapat berubah sewaktu-waktu. Informasi mengenai peringatan dini cuaca ekstrem bmkg jabar akan terus diperbarui jika terjadi indikasi pertumbuhan awan konvektif yang signifikan di wilayah Jawa Barat bagian barat dan tengah.