Presiden Prabowo Subianto menunjuk warga negara Australia Luke Thomas Mahony sebagai Direktur Utama PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI), sebuah BUMN baru yang dibentuk khusus untuk mengelola ekspor komoditas sumber daya alam strategis.
Keputusan penunjukan pimpinan perusahaan plat merah tersebut diungkapkan oleh CEO Danantara Indonesia Rosan Roeslani saat mendatangi Istana Negara di Jakarta pada Kamis (21/5/2026), sebagaimana dilansir dari Nasional.
"Untuk saat ini (Dirut PT DSI) Luke Thomas," kata Rosan Roeslani, CEO Danantara Indonesia.
Legalitas pembentukan PT DSI tercatat dalam Surat Keputusan Pengesahan Nomor AHU-0039765.AH.01.01 Tahun 2026 tertanggal 19 Mei 2026 yang dikeluarkan oleh Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum Kementerian Hukum.
Kebijakan penempatan warga negara asing ini kemudian mendapatkan tanggapan dari Dewan Perwakilan Rakyat, khususnya dari anggota Komisi VI DPR RI yang juga menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Partai Golkar, Sarmuji.
"Presiden mungkin bermaksud memutus rantai kongkalikong yang melibatkan perkawanan. Dengan Luke Thomas sebagai dirut, kemungkinan jalur perkawanan akan lebih minim," ujar Sarmuji, Sekretaris Jenderal Partai Golkar.
Sarmuji menambahkan bahwa aspek kompetensi dan rekam jejak integritas menjadi indikator utama dalam menyeleksi pemimpin di perusahaan negara yang memegang kendali atas komoditas ekspor bernilai tinggi.
"Kompetensi dan integritas adalah kunci karena PT DSI akan mengelola penjualan sumber daya yang sangat besar. Tujuannya agar tidak ada penyelewengan lagi," kata Sarmuji, Sekretaris Jenderal Partai Golkar.
Sebelum menduduki jabatan tertinggi di PT DSI, Luke Thomas Mahony telah aktif sebagai SEVP Business Performance & Optimization Danantara Indonesia sejak September 2025 dengan latar belakang pendidikan dari University of New South Wales.
Insinyur pertambangan ini tercatat memiliki pengalaman kerja selama 21 tahun di sektor minerba, termasuk pernah menjabat Chief Strategy and Technical Officer di PT Vale Indonesia Tbk hingga berkarier di BHP Billiton.