Prabowo Subianto Lantik Hasan Nasbi Jadi Penasihat Khusus Komunikasi

Prabowo Subianto Lantik Hasan Nasbi Jadi Penasihat Khusus Komunikasi
Foto: Ilustrasi Prabowo Subianto Lantik Hasan Nasbi Jadi Penasihat Khusus Komunikasi.

Presiden Prabowo Subianto meresmikan pengangkatan Hasan Nasbi sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi di Istana Negara, Jakarta, pada Senin (27/4/2026). Penunjukan ini menandai kembalinya pendiri Cyrus Network tersebut ke dalam lingkaran pemerintahan setelah sempat mengundurkan diri dari jabatan sebelumnya.

Sebagaimana dilansir dari Nasional, prosesi pelantikan ini didasarkan pada Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 53/P Tahun 2026. Dalam upacara tersebut, Hasan Nasbi hadir mengenakan setelan jas hitam dengan dasi berwarna biru muda bersama deretan pejabat lain yang turut diambil sumpahnya.

"Mengangkat Hasan Nasbi sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi," ujar pembawa acara.

Penetapan posisi baru ini secara resmi ditandatangani oleh kepala negara di Jakarta pada tanggal yang sama dengan hari pelantikan. Pernyataan tersebut dipertegas kembali melalui pembacaan naskah keputusan oleh pihak istana.

"Ditetapkan di Jakarta, 27 April 2026, Presiden Prabowo Subianto," sambungnya.

Sebelum menduduki posisi penasihat, Hasan Nasbi memiliki rekam jejak panjang sebagai pengamat politik dan sempat menjabat sebagai Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan (PCO). Namun, ia memilih untuk menanggalkan jabatan tersebut pada April 2025 dengan alasan untuk kebaikan pola komunikasi pemerintah di masa depan.

"Pada hari ini, 21 April 2025, sepertinya saat itu sudah tiba. Surat pengunduran diri saya tanda tangani dan saya kirimkan kepada presiden melalui dua orang sahabat baik saya, Menteri Sekretaris Negara dan Sekretaris Kabinet," ujar Hasan Nasbi, Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi.

Hasan menekankan bahwa langkah pengunduran diri tersebut diambil melalui pertimbangan yang matang dan suasana yang tenang. Hal ini dilakukan demi kelancaran tugas-tugas komunikasi di dalam Kabinet Merah Putih.

"Jadi ini bukan keputusan yang tiba-tiba dan bukan keputusan yang emosional. Ini rasanya adalah jalan terbaik yang dipikirkan dalam suasana yang amat tenang, dan demi kebaikan komunikasi pemerintah yang akan datang," ujar Qodari.

Pasca mundurnya Hasan dari PCO, posisi tersebut kemudian diisi oleh Angga Raka Prabowo pada September 2025. Seiring dengan pergantian kepemimpinan tersebut, struktur lembaga juga mengalami transformasi menjadi Badan Komunikasi (Bakom) RI.

Artikel terkait

Rekomendasi