Presiden Prabowo Subianto melakukan kunjungan mendadak ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bekasi pada Selasa pagi untuk menjenguk langsung para korban insiden tabrakan maut Kereta Api Argo Bromo Anggrek.
Dilansir dari Investortrust, jumlah korban meninggal dunia akibat musibah yang terjadi pada Senin malam tersebut kini meningkat menjadi tujuh orang, sementara 81 penumpang lainnya dilaporkan mengalami luka-luka.
Lonjakan jumlah korban jiwa ini dikonfirmasi setelah Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) berhasil mengevakuasi tiga korban terakhir yang sempat terjebak selama lebih dari dua belas jam di dalam reruntuhan gerbong KRL Commuter Line.
"Pagi ini, Presiden Prabowo langsung bertolak menjenguk korban kecelakaan kereta api di Bekasi," kata Pihak Sekretariat Presiden.
Insiden fatal ini bermula ketika kereta ekspres Argo Bromo Anggrek menghantam bagian belakang kereta komuter pada Senin sekitar pukul 20.55 WIB, yang memicu penutupan total Stasiun Bekasi Timur demi proses investigasi dan pembersihan material kecelakaan.
Dampak dari penutupan jalur Cikarang-Bekasi ini membuat mobilitas ribuan pekerja lumpuh, sehingga memicu dikerahkannya armada bus bantuan darurat untuk mengurai penumpukan penumpang.
"Fokus utama kami saat ini adalah penanganan di lokasi dan memastikan keselamatan serta pelayanan bagi pelanggan tetap terpenuhi," ujar Anne Purba, VP Corporate Communication di KAI.
Guna mengatasi kemacetan transportasi tersebut, PT Transportasi Jakarta mengoperasikan empat unit bus ulang-alik gratis yang menghubungkan Stasiun Bekasi Timur dengan Stasiun Bekasi.
"Layanan ini secara khusus disediakan untuk memfasilitasi pelanggan yang tertahan di Stasiun Bekasi Timur agar dapat melanjutkan perjalanan mereka," ucap Ayu Wardhani, Kepala Humas Transjakarta.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi telah meninjau langsung lokasi kejadian sejak Selasa dini hari guna memimpin penyelidikan teknis terkait sistem persinyalan yang menyebabkan kereta ekspres berada di jalur yang sama dengan kereta lokal.