Presiden Prabowo Subianto melakukan inspeksi mendadak ke Kompleks Gudang Bulog Danurejo, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, pada Sabtu (18/4/2026) guna memastikan ketersediaan cadangan pangan nasional. Peninjauan ini dilakukan di tengah penguatan stok beras pemerintah yang kini mencapai total 4.881.105 ton.
Kunjungan kepala negara tersebut berlangsung setelah agenda pengarahan kepada Ketua DPRD seluruh Indonesia. Dilansir dari Money, pemerintah menegaskan bahwa volume cadangan beras saat ini berada pada level aman untuk memenuhi kebutuhan pokok masyarakat di seluruh wilayah Indonesia.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Jaya menjelaskan bahwa pengecekan langsung oleh Presiden bertujuan memvalidasi kesiapan distribusi pangan. Kompleks Danurejo sendiri memiliki dua unit bangunan dengan kapasitas 7.000 ton yang saat ini dilaporkan terisi penuh.
"Bapak Presiden ingin memastikan secara langsung bahwa cadangan pangan kita, khususnya beras, berada dalam kondisi aman dan siap didistribusikan kepada masyarakat," ujar Teddy, dikutip dari siaran pers, Minggu (19/4/2026).
Peningkatan ketersediaan pangan ini didukung oleh optimalisasi 1.540 unit gudang internal Bulog dengan kapasitas riil 3.061.484 ton. Selain itu, terdapat penggunaan 1.254 unit gudang filial non-Bulog berkapasitas 2.686.215 ton untuk menampung lonjakan volume stok hasil serapan dalam negeri.
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menyampaikan bahwa keterisian gudang yang maksimal merupakan indikasi keberhasilan penyerapan produksi petani lokal. Target penyerapan tahun ini ditetapkan sebesar 4 juta ton setara beras dengan pola jemput bola ke lokasi panen.
"Dengan target penyerapan yang lebih besar dibanding tahun sebelumnya yaitu sebesar 4 juta ton setara beras, kegiatan penyerapan ini dilaksanakan langsung oleh jajaran Kanwil dan Kantor Cabang Bulog melalui pola jemput bola, turun langsung ke sawah, titik panen, hingga penggilingan padi di berbagai wilayah Indonesia," ujar Ahmad Rizal Ramdhani.
Data nasional menunjukkan proyeksi peningkatan produksi beras sebesar 4,1 juta ton hingga akhir tahun 2025. Pemerintah berkomitmen menjaga kemandirian pangan tersebut agar seluruh kebutuhan nasional dapat terpenuhi tanpa melakukan kebijakan impor beras pada tahun berjalan.