Presiden Prabowo Ancam Koruptor Menggunakan Teknologi Militer Canggih

Presiden Prabowo Ancam Koruptor Menggunakan Teknologi Militer Canggih
Foto: Ilustrasi Presiden Prabowo Ancam Koruptor Menggunakan Teknologi Militer Canggih.

Presiden Prabowo Subianto memperingatkan para pejabat agar tidak melakukan korupsi atau menyembunyikan kekayaan secara ilegal saat berpidato dalam Rapat Paripurna DPR RI di Gedung Nusantara, Jakarta, pada Rabu (20/5/2026). Dilansir dari Media Indonesia, pemerintah bakal mengerahkan teknologi pertahanan canggih seperti satelit dan radar penembus tanah guna melacak penyelewengan aset.

Langkah tegas tersebut diambil karena perkembangan teknologi masa kini mempersempit ruang gerak pelaku kejahatan keuangan. Pemanfaatan radar militer yang biasanya berfungsi mendeteksi ranjau akan dialihkan untuk mendeteksi bungker penyimpanan harta hasil korupsi.

"Saya sedih kalau yang sekarang pejabat masih coba korupsi. Cepat ketahuan," ujar Presiden Prabowo Subianto.

Kepala Negara menegaskan bahwa sistem pertahanan modern memiliki kemampuan tinggi untuk melacak struktur bawah tanah. Hal ini membuat upaya penyembunyian aset oleh oknum pejabat menjadi sia-sia.

"Sekarang ada teknologi, ya. Ada radar bisa kita pakai, kita bisa lihat bawah tanah. Jadi saudara-saudara yang punya bungker-bungker disembunyikan, nanti kita ketemu juga kekayaanmu, saudara-saudara," tegas Presiden Prabowo Subianto.

Pemerintah berkomitmen mengaplikasikan seluruh perangkat canggih ini tanpa pandang bulu. Pengawasan ketat juga menyasar sektor lain yang rawan manipulasi laporan kekayaan.

"Saya akan menggunakan teknologi yang paling canggih. Teknologi pertahanan bisa mencari gudang senjata di bawah tanah. Radar sekarang bisa mencari ranjau, bisa mencari... kita akan pakai untuk mencari bungker-bungker di sekitar kau," sambung Presiden Prabowo Subianto.

Selain area bawah tanah, pemantauan digital berbasis satelit juga dikerahkan untuk memeriksa kepemilikan aset lahan dan perkebunan skala besar. Pengusaha atau pejabat tidak akan bisa lagi memanipulasi data luas tanah karena sistem pemetaan mampu mengambil gambar hingga ke rincian objek terkecil.

"Jangan main-main sama teknologi, ya kan? Mereka yang punya kebun-kebun luas, dikira nggak akan ada pejabat yang bisa ngecek. Saudara-saudara, sekarang ada satelit. Nggak usah kita cek fisik, kita bisa foto. Tiap pohon kita bisa foto. Pohon per pohon kita bisa foto. Jadi kau mau nipu bagaimanapun, kita akan ketemu penipuan kau, saudara-saudara sekalian," ujar Presiden Prabowo Subianto.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden turut menyinggung hambatan klasik di lapangan berupa perlindungan dari oknum aparat keamanan terhadap praktik ilegal. Pernyataan ini sempat memicu reaksi riuh dari para anggota dewan yang hadir di lokasi.

"Tapi biasanya mereka-mereka itu ada backing-nya. Backing-nya biasanya seragamnya itu kalau nggak hijau, ya cokelat," kata Presiden Prabowo Subianto.

Guna mengatasi persoalan keterlibatan oknum tersebut, masyarakat diminta aktif melakukan pengawasan mandiri menggunakan ponsel masing-masing. Warga diimbau merekam segala bentuk penyelewengan aparat di lapangan sebagai barang bukti laporan langsung kepada Presiden.

"Betul? Kita sudah tidak bodoh lagi. Rakyat kita sudah punya gadget semua, saudara-saudara. Kalau ada kelakuan aparat yang nggak beres, saya minta rakyat video, langsung video. Jangan kau lawan, jangan dilawan. Video aja. Lapor langsung ke saya, saudara-saudara sekalian, ya," pungkas Presiden Prabowo Subianto.

Artikel terkait

Rekomendasi