PPIH Arab Saudi Wajibkan Jemaah Terapkan Buddy System di Mekkah

PPIH Arab Saudi Wajibkan Jemaah Terapkan Buddy System di Mekkah
Foto: Ilustrasi PPIH Arab Saudi Wajibkan Jemaah Terapkan Buddy System di Mekkah.

Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi mewajibkan jemaah haji Indonesia menerapkan skema pendampingan berkelompok atau "buddy system" saat beraktivitas di Tanah Suci pada Rabu (29/4/2026). Langkah ini diambil guna merespons pengetatan aturan masuk ke Kota Suci Mekkah oleh Pemerintah Arab Saudi.

Kebijakan tersebut bertujuan untuk memitigasi risiko keamanan serta memastikan keselamatan para jemaah maupun petugas selama masa operasional ibadah haji, sebagaimana dilansir dari Nasional. Penekanan aturan ini menyasar seluruh individu yang melakukan pergerakan di luar area penginapan.

"Untuk petugas maupun jemaah, yang harus dijaga, yang harus dibuat, setiap pergerakan pastikan melakukan secara 'buddy system'. 'Buddy system' dalam hal ini tidak berdua, kami imbau minimal tiga orang," kata Kepala Seksi Pelindungan Jemaah (Linjam) PPIH Arab Saudi Daerah Kerja Mekkah, Tulus Widodo.

Penerapan sistem ini dianggap krusial sebagai bentuk antisipasi terhadap potensi kendala lapangan yang dapat menghambat kelancaran ibadah. Tulus menegaskan bahwa pergerakan dalam kelompok minimal tiga orang menjadi standar keamanan utama bagi para petugas haji yang sedang berdinas.

"Untuk itu kami mengimbau khususnya untuk petugas, apabila melakukan perjalanan pastikan 'buddy system' tidak dua orang, tetapi tiga orang," kata dia.

Selain sistem pendampingan, PPIH juga mewajibkan jemaah yang baru tiba dari Madinah untuk selalu membawa Kartu Nusuk sebagai identitas resmi saat keluar dari hotel di Mekkah. Jemaah juga diminta berhati-hati dalam memilih moda transportasi umum.

"Wajib bawa Kartu Nusuk," tegasnya.

Pihak berwenang mengimbau jemaah agar menggunakan taksi resmi berwarna putih dan hijau untuk menuju Masjidil Haram. Penggunaan transportasi ilegal atau taksi gelap dilarang karena dapat merugikan jemaah dari sisi aksesibilitas.

"Karena kalau taksi gelap berpotensi membuat jemaah harus turun di lokasi yang jauh dari Masjidil Haram, sehingga dapat menyulitkan perjalanan ibadah mereka," ucapnya.

Berdasarkan data operasional hari ke-9 pada Rabu (29/4/2026), proses pemberangkatan jemaah dari tanah air terus berlangsung. Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) mencatat puluhan ribu jemaah telah mendarat di Arab Saudi.

"Secara kumulatif, jumlah jemaah yang telah berangkat ke tanah suci sebanyak 122 kloter dengan 47.834 jemaah," kata Kepala Biro Humas Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Moh. Hasan Afandi.

Hasan menambahkan bahwa saat ini sebagian besar jemaah sudah berada di Madinah untuk menjalani prosesi ibadah sebelum bergerak menuju Mekkah. Kondisi kedatangan di bandara hingga penempatan ke hotel dilaporkan dalam keadaan kondusif.

"Seluruh proses kedatangan berjalan tertib dengan pendampingan petugas haji yang siaga memberikan layanan sejak di bandara hingga hotel," ucap Hasan.

Artikel terkait

Rekomendasi