PPIH Arab Saudi Siapkan Badal Haji untuk Jemaah yang Wafat

PPIH Arab Saudi Siapkan Badal Haji untuk Jemaah yang Wafat
Foto: Ilustrasi PPIH Arab Saudi Siapkan Badal Haji untuk Jemaah yang Wafat.

Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi menyiapkan badal haji untuk Muhammad Firdaus Akhlan, jemaah Indonesia asal embarkasi Jakarta-Pondok Gede (JKG) kloter 27, yang ditemukan meninggal dunia setelah sempat hilang di Makkah pada Jumat, 22 Mei 2026.

Kepastian mengenai ibadah badal haji tersebut diberikan oleh perwakilan pemerintah setelah jenazah almarhum berhasil diidentifikasi di salah satu rumah sakit di Arab Saudi, dilansir dari Detikcom.

Kepala Biro Hubungan Masyarakat Kementerian Haji dan Umrah Moh Hasan Afandi menyatakan bahwa pelaksanaan badal haji bagi almarhum akan sepenuhnya didelegasikan kepada petugas yang berwenang di Tanah Suci.

"Pemerintah melalui PPIH Arab Saudi akan menyiapkan badal haji yang dilakukan oleh petugas haji bagi almarhum," kata Moh Hasan Afandi, Kepala Biro Hubungan Masyarakat Kementerian Haji dan Umrah.

Pihak PPIH Arab Saudi turut menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas berpulangnya Firdaus, serta mendoakan agar keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi ujian ini.

Proses penemuan jenazah berawal dari laporan resmi yang diterima PPIH Arab Saudi pada Jumat (22/5/2026) dini hari terkait adanya jenazah tanpa identitas, yang kemudian diidentifikasi secara langsung oleh istri almarhum, Nafsiah Nawan, bersama Tim Perlindungan Jamaah (Linjam).

Guna mengantisipasi kejadian serupa, pihak kementerian mengimbau seluruh jemaah dan petugas haji untuk memperkuat solidaritas serta pengawasan di lapangan, khususnya kepada kelompok jemaah yang rentan.

"Bila melihat anggota jamaah berjalan sendirian, tampak kebingungan, kelelahan, atau terpisah dari rombongan, segera sapa dan tanyakan kondisinya. Jika jamaah tersebut tidak mengetahui arah tujuan atau membutuhkan bantuan, antarkan ke petugas terdekat, pos layanan, atau laporkan kepada petugas sektor dan kloter," kata Moh Hasan Afandi, Kepala Biro Hubungan Masyarakat Kementerian Haji dan Umrah.

Hasan menekankan bahwa langkah pendampingan secara konsisten sangat krusial demi menjaga keselamatan seluruh jemaah selama menjalankan rangkaian ibadah.

"Jangan biarkan jamaah berjalan sendiri tanpa pendampingan. Kepedulian bapak dan ibu sekalian sangat penting untuk mengurangi kemungkinan jamaah tersesat atau terpisah dari rombongannya," kata Moh Hasan Afandi, Kepala Biro Hubungan Masyarakat Kementerian Haji dan Umrah.

Kementerian Haji dan Umrah juga meminta para jemaah untuk tidak ragu dalam meminta bantuan karena seluruh petugas siap memberikan pelayanan maksimal.

"Bagi jamaah yang membutuhkan bantuan, jangan sungkan menyampaikan kepada petugas. Petugas haji Indonesia hadir untuk mendampingi, melayani, dan melindungi jamaah selama berada di Tanah Suci," kata Moh Hasan Afandi, Kepala Biro Hubungan Masyarakat Kementerian Haji dan Umrah.

Artikel terkait

Rekomendasi