PPIH Siapkan 6.000 Bus Modern Layani Jemaah Haji Indonesia 2026

PPIH Siapkan 6.000 Bus Modern Layani Jemaah Haji Indonesia 2026
Foto: Ilustrasi PPIH Siapkan 6.000 Bus Modern Layani Jemaah Haji Indonesia 2026.

Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi menyediakan sekitar 6.000 armada bus untuk mendukung mobilitas jemaah haji Indonesia selama pelaksanaan ibadah haji 1447 H/2026 M di Tanah Suci. Penyiapan armada transportasi ini dilakukan guna meningkatkan standar pelayanan bagi ribuan jemaah gelombang pertama yang telah mulai tiba di Madinah.

Pengadaan ribuan unit transportasi ini merupakan upaya pemerintah dalam menjamin kenyamanan jemaah melalui fasilitas kendaraan yang memadai. Berdasarkan data yang dilansir dari Detik Travel, sebanyak 5.997 calon haji asal Indonesia saat ini sudah berada di Madinah untuk mengawali rangkaian ibadah.

Kepala Seksi Transportasi Daerah Kerja Madinah, Achmad Muslichuddin Tamdjiz, menjelaskan bahwa penyediaan armada ini merupakan komitmen nyata untuk memperbaiki kualitas layanan di sektor transportasi. Seluruh unit yang dikerahkan wajib memenuhi kriteria usia kendaraan di bawah lima tahun guna memastikan keamanan perjalanan.

Pemerintah juga menerapkan kebijakan pembatasan kapasitas penumpang untuk memberikan ruang gerak yang lebih luas. Meski bus tipe coach memiliki kapasitas normal hingga 50 orang, setiap armada nantinya hanya akan diisi oleh maksimal 42 jemaah saja.

Fasilitas pendukung di dalam bus meliputi toilet, soket pengisi daya USB dan tipe C, serta penyediaan air minum bagi penumpang. Armada ini akan melayani enam rute utama, mulai dari penjemputan bandara, perjalanan Madinah ke Makkah, hingga transportasi selama kegiatan ibadah berlangsung.

PPIH bekerja sama dengan 15 perusahaan transportasi lokal, termasuk Rawahel Al Mashaer Co yang telah menyiagakan 100 unit bus di Pool Hijrah, Madinah. Uniknya, sekitar 40 persen pengemudi bus yang digunakan berasal dari Indonesia untuk mempermudah komunikasi dengan para jemaah.

Direktur operasional cabang Madinah perusahaan tersebut, Hilal Husein Attijani, memberikan apresiasi terhadap koordinasi yang dilakukan oleh pemerintah Indonesia selama ini.

"Ia juga menilai jamaah Indonesia dikenal tertib, sehingga proses transportasi berjalan lancar." kata Hilal Husein Attijani, Direktur operasional cabang Madinah.

Untuk mengantisipasi adanya jemaah yang terpisah dari rombongan, tim transportasi telah menyiapkan prosedur darurat. Petugas menyiagakan kendaraan operasional berupa minibus coaster yang berfungsi untuk mengejar rombongan jika terdapat jemaah yang tertinggal saat proses mobilisasi.

Artikel terkait

Rekomendasi