PPIH Madinah Imbau Jemaah Haji Tidak Paksakan Ibadah Arbain

PPIH Madinah Imbau Jemaah Haji Tidak Paksakan Ibadah Arbain
Foto: Ilustrasi PPIH Madinah Imbau Jemaah Haji Tidak Paksakan Ibadah Arbain.

Jemaah haji Indonesia diimbau untuk tidak memaksakan diri menyelesaikan ibadah arbain di Masjid Nabawi selama berada di Madinah guna menjaga kebugaran fisik. Penegasan ini disampaikan oleh otoritas haji mengingat adanya kendala teknis seperti jadwal kedatangan dan kepulangan jemaah yang bervariasi.

Kepala PPIH Daerah Kerja Madinah, Khalilurrahman, menjelaskan bahwa pelaksanaan salat berjamaah 40 waktu berturut-turut tersebut bukan merupakan kewajiban dalam manasik. Sebagaimana dilansir dari Detikcom, kesehatan jemaah menjadi prioritas utama sebelum memasuki tahapan puncak haji di masa mendatang.

"Di dalam buku manasik tidak ada kewajiban arbain. Jadi jemaah agar memperhatikan jadwal kedatangan dan keberangkatan," ujar Khalilurrahman.

Ketercapaian ibadah ini sangat bergantung pada durasi tinggal dan waktu mendarat jemaah di Madinah. Menurut penuturan Khalilurrahman, rombongan yang tiba pada waktu menjelang sore atau malam hari memiliki risiko lebih tinggi tidak dapat memenuhi hitungan 40 waktu salat secara utuh.

"Kalau tibanya sudah mendekati Magrib, Isya, atau bahkan Asar, bisa jadi arbain tidak terpenuhi," katanya.

Meskipun demikian, pihak PPIH meminta para jemaah untuk tetap tenang dan tidak merasa terbebani secara spiritual jika gagal menuntaskan arbain. Keikhlasan niat disebut telah memberikan nilai pahala tersendiri bagi setiap individu jemaah di tanah suci.

"Kalau memang waktunya tidak mencukupi, cukup niatkan saja. Insya Allah sudah dicatat sebagai amal kebaikan," ujarnya.

Kondisi fisik yang prima sangat dibutuhkan untuk menghadapi prosesi inti haji yang lebih berat. Faktor kesehatan dan keterbatasan masa tinggal seringkali menjadi alasan utama otoritas haji memberikan panduan agar jemaah, khususnya lansia dan disabilitas, tidak memaksakan aktivitas di luar batas kemampuan.

Keutamaan beribadah di Madinah tetap dapat diraih bagi mereka yang sedang tidak bugar tanpa harus ke Masjid Nabawi. Hal ini dikarenakan pahala salat yang berlipat ganda diyakini berlaku di seluruh wilayah tanah haram Madinah bagi jemaah yang memiliki keterbatasan fisik.

Artikel terkait

Rekomendasi