Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi menginstruksikan jemaah haji Indonesia untuk memprioritaskan kesehatan fisik menjelang puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) pada Minggu (11/5/2026). Langkah antisipasi ini diambil guna menghindari kelelahan ekstrem akibat cuaca panas yang melanda Kota Makkah.
Penguatan kondisi tubuh menjadi fokus utama mengingat kepadatan di Masjidil Haram kian meningkat seiring kedatangan jemaah dari berbagai negara. Sebagaimana dilansir dari Detikcom, otoritas terkait menyarankan jemaah untuk memaksimalkan fasilitas ibadah di sekitar pemondokan demi menghemat energi.
Kepala Bidang Bimbingan Ibadah Daker Makkah PPIH Arab Saudi, Abdillah M Thohir, menegaskan bahwa ketahanan fisik merupakan kunci utama bagi jemaah agar dapat melaksanakan seluruh rangkaian ibadah wajib secara optimal.
"Tidak perlu memaksakan diri ke Masjidil Haram di waktu-waktu padat. Gunakan fasilitas masjid di sekitar hotel, termasuk mushala yang kami siapkan di penginapan, dalam rangka menjaga ketahanan fisik jamaah calon haji," ujar Abdillah M Thohir, Kepala Bidang Bimbingan Ibadah Daker Makkah PPIH Arab Saudi.
Pihak PPIH juga memberikan arahan khusus bagi jemaah yang baru mendarat di Jeddah agar tidak terburu-buru melakukan umrah wajib sebelum beristirahat. Selain itu, jemaah diminta membatasi aktivitas ibadah sunnah yang berlebihan pada hari-hari awal kedatangan di Tanah Suci.
"Kami mengimbau agar jamaah calon haji tidak memforsir diri. Tujuan utama bapak dan ibu hadir di sini adalah untuk melaksanakan wukuf di Padang Arafah," kata Abdillah M Thohir.
Penekanan pada manajemen energi ini bertujuan agar jemaah tetap bugar saat memasuki tahapan inti haji. Abdillah mengingatkan bahwa menjaga kebugaran adalah bagian dari strategi keberhasilan ibadah.
"Silakan beribadah sunnah, namun jangan sampai kelelahan sehingga saat pelaksanaan wajibnya fisik tetap terjaga dengan baik," lanjut Abdillah M Thohir.
Sebagai bentuk pengawasan, PPIH Arab Saudi secara rutin menggelar program visitasi dan edukasi langsung ke hotel-hotel tempat jemaah menginap. Kegiatan ini mencakup pemberian materi manasik hingga pemeriksaan kesiapan kesehatan fisik jemaah secara menyeluruh.
"Hari ini kami melaksanakan visitasi dan edukasi kepada jamaah calon haji asal Embarkasi Banjarmasin (BDJ 1 dan BDJ 3) di Tower Al-Hidayah. Alhamdulillah jamaah calon haji tampak sangat antusias, sehat, dan ceria," ujarnya.
Upaya edukasi terpadu ini melibatkan berbagai unit layanan, termasuk tim kesehatan serta petugas layanan lansia dan disabilitas. Seluruh koordinasi lintas sektor ini dipersiapkan untuk memastikan kesiapan total jemaah menjelang prosesi wukuf pada 9 Dzulhijjah mendatang.