PPIH Arab Saudi Gratiskan Akses Masuk Raudhah Bagi Jemaah Haji

PPIH Arab Saudi Gratiskan Akses Masuk Raudhah Bagi Jemaah Haji
Foto: Ilustrasi PPIH Arab Saudi Gratiskan Akses Masuk Raudhah Bagi Jemaah Haji.

Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi menegaskan bahwa akses masuk ke Raudhah di Masjid Nabawi sama sekali tidak dipungut biaya bagi seluruh jemaah haji Indonesia. Pengumuman ini disampaikan di Madinah pada Selasa, 28 April 2026, guna mengantisipasi praktik komersialisasi oleh oknum tertentu.

Dilansir dari Detikcom, Kepala Daerah Kerja Madinah, Khalilurrahman, menyatakan bahwa fasilitas masuk ke area taman surga tersebut merupakan layanan resmi yang sudah melekat pada hak setiap jemaah. Pihak otoritas tidak akan memberikan toleransi kepada petugas maupun kelompok bimbingan yang mematok tarif khusus untuk akses ini.

"Saya tegaskan masuk ke Raudhah itu gratis. Segera lapor ke kami atau petugas di Sektor Khusus Nabawi jika ada yang meminta uang," ujar Khalilurrahman, Kepala Daerah Kerja Madinah.

Kasi Bimbingan Ibadah Daker Madinah, Efrilen Hafizh, menjelaskan bahwa sistem izin atau tasreh telah dirancang untuk mengakomodasi seluruh jemaah yang tiba. Data terkini menunjukkan sebanyak 18.682 jemaah telah mengantongi izin resmi, sementara 10.000 jemaah lainnya masih dalam proses pengajuan melalui sistem berbasis web.

Pemerintah Indonesia juga berhasil melakukan negosiasi dengan pihak Arab Saudi untuk meningkatkan batas usia maksimal dalam sistem izin. Batas usia yang sebelumnya dipatok 41 tahun kini telah dinaikkan menjadi 60 tahun untuk memudahkan akses bagi lebih banyak jemaah.

Guna membantu jemaah lansia di atas 60 tahun atau mereka dengan keterbatasan fisik, PPIH menerapkan strategi subsidi silang kuota. Jemaah muda yang berusia di bawah 40 tahun dan fasih menggunakan teknologi diimbau untuk melakukan pendaftaran secara mandiri melalui aplikasi Nusuk.

Langkah ini bertujuan agar jatah kuota tasreh kolektif yang dikelola pemerintah dapat diprioritaskan sepenuhnya bagi jemaah lansia. Meskipun didorong mendaftar mandiri, jemaah muda dipastikan tetap memiliki akses selama mereka berada di kawasan Masjid Nabawi.

Secara teknis, penggunaan barcode tasreh kolektif akan diawasi secara ketat oleh Sektor Khusus Nabawi untuk memastikan efisiensi kuota. Petugas di lapangan akan menghimpun jemaah dalam kelompok besar sesuai kapasitas yang tercantum dalam izin tersebut agar tidak ada slot yang terbuang saat pemeriksaan pintu masuk.

"Petugas akan mengumpulkan jemaah sesuai jumlah kuota di barcode, misalnya 150 orang. Jadi saat diperiksa petugas Masjid Nabawi di pintu masuk, semua kursi terisi penuh dan tidak ada kuota yang sia-sia," ujar Efrilen Hafizh, Kasi Bimbingan Ibadah Daker Madinah.

Artikel terkait

Rekomendasi