Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi membentuk Tim Khusus (Timsus) Mina untuk mengoptimalkan layanan perlindungan serta pembinaan bagi jemaah haji 2026 kelompok lanjut usia (lansia) dan risiko tinggi (risti) saat fase puncak haji.
Pembentukan tim ini diprioritaskan bagi pelindungan jemaah lansia dan risti yang menghadapi fase krusial kedatangan di Mina, seperti dilansir dari Media Indonesia pada Minggu (18/5). Personel yang dikerahkan merupakan tenaga Perlindungan Jemaah (Linjam) berpengalaman yang minimal sudah bertugas satu kali pada operasional haji sebelumnya.
Koordinator Bidang Satuan Operasi Arafah Muzdalifah dan Mina (Satop Armuzna) dan Pelindungan Jemaah PPIH Arab Saudi, Harun Arrasyid Usman menjelaskan bahwa skema pemberangkatan tim dilakukan secara langsung menuju Mina pada 8 Zulhijah malam tanpa melewati Arafah.
"Tim ini diberangkatkan pada tanggal 8 Zulhijah malam dan langsung menuju Mina tanpa melalui Arafah. Dengan skema ini, tenaga mereka dinilai masih fresh untuk langsung memberikan bantuan maksimal saat jamaah calon haji tiba," kata Harun seusai orientasi jalur pergerakan dari Mina, Minggu (18/5).
Tugas pokok Timsus Mina mencakup pengawasan, penyambutan, serta pemantauan pergerakan jemaah yang baru tiba dari Muzdalifah menuju Jamrah Aqobah. Tim ini juga dikerahkan untuk menyambut jemaah yang mengambil skema murur atau melintas dari Arafah guna mengantisipasi kepadatan tinggi dan kelelahan fisik jemaah.
Terkait pemetaan wilayah maktab, sebagian besar jemaah Indonesia menempati wilayah Zona 3 dan Zona 5 di dekat Terowongan Muaisim yang terbagi ke dalam 61 markas dari wilayah bawah hingga wilayah atas. Sementara untuk skema tanazul atau jemaah yang langsung pulang ke hotel setelah lempar jumrah Aqobah rencananya akan ditempatkan di Zona 5.
Harun mengeluarkan imbauan penting bagi jemaah yang tinggal di tenda Mina agar tidak berpindah lantai saat melakukan prosesi melontar jumrah demi menjaga kelancaran dan keselamatan pergerakan massa.
"Bagi jamaah calon haji yang tinggal di tenda Mina, pelaksanaan jamarat diprioritaskan di lantai 3. Kami mengimbau setelah selesai melontar jumrah, jangan turun ke lantai bawah. Tanyakan kepada petugas di lokasi arah kembali ke tenda, karena jalurnya akan berputar keluar dan langsung masuk kembali ke Terowongan Muaisim," kata Harun.
Jarak perjalanan pulang-pergi dari tenda Mina menuju Jamarat melalui tiga Terowongan Muaisim tersebut diperkirakan mencapai sekitar 4,5 kilometer.