Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi menyiagakan petugas di sejumlah titik rawan kawasan Masjidil Haram, Makkah, pada Rabu (6/5/2026) guna membantu jamaah calon haji Indonesia. Langkah ini diambil untuk mengantisipasi adanya jamaah yang tersesat, terpisah dari rombongan, atau mengalami kendala fisik saat beribadah.
Penempatan personel tersebut bertujuan menjamin keamanan dan kenyamanan, terutama bagi jamaah lanjut usia yang rentan mengalami kepanikan saat kehilangan arah di area masjid yang luas. Berdasarkan laporan dari Cahaya, petugas juga berperan aktif memberikan petunjuk arah menuju terminal bus maupun pemondokan.
Petugas Perlindungan Jamaah (Linjam) Seksi Khusus PPIH Arab Saudi, Deka Ulfa Wiwik Irjayanti, menjelaskan bahwa keberadaan personel di lokasi strategis terbukti efektif memandu jamaah kembali ke lokasi tujuan dengan selamat. Jalur di sekitar Terminal Syib Amir dan akses menuju toilet menjadi area yang paling sering membingungkan jamaah.
"Di titik-titik tertentu yang membingungkan jamaah calon haji tersebut, saat ini sudah ada petugas kita yang bersiaga di mana-mana untuk mendampingi dan membantu," ujar Deka, Petugas Linjam Seksi Khusus PPIH Arab Saudi.
Deka memaparkan bahwa banyak jamaah kerap keliru menjadikan WC 3 sebagai patokan keluar, padahal jalur menuju Terminal Syib Amir seharusnya melewati WC 9. PPIH telah memetakan sembilan posisi utama dan satu pos bayangan untuk menjangkau seluruh area vital di Masjidil Haram.
| Pos | Lokasi Penempatan |
|---|---|
| Pos 1 | Terminal Syib Amir |
| Pos 2 | Pintu keluar Marwah |
| Pos 3 | Area sa'i |
| Pos 4 | Area tawaf |
| Pos 5 | Pintu Babusalam |
| Pos Bayangan | Pertigaan Terminal Bab Ali-Syib Amir |
| Pos 6 | Area WC 3 (arah Terminal Ajyad) |
| Pos 7 | ATM Center Dar AtTawhid |
| Pos 8 | Arah Hotel Anjum |
| Pos 9 | Terminal Jabal Ka'bah |
Khusus petugas pria yang berjaga di area tawaf atau Pos 4, mereka mengenakan kain ihram dengan identitas khusus bertuliskan "Petugas Haji Indonesia 2026". Selain pengamanan, para petugas diwajibkan melakukan edukasi perlindungan diri menghadapi cuaca panas ekstrem yang saat ini melanda Kota Suci Makkah.
"Untuk para jamaah calon haji diimbau selalu membawa payung, masker, topi, dan perlengkapan perlindungan diri. Kalau bisa, bawalah semprotan air agar kulit tetap lembap," kata Deka, Petugas Linjam Seksi Khusus PPIH Arab Saudi.
Pihak penyelenggara turut menekankan pentingnya manajemen stamina menjelang fase puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna). Jamaah disarankan tidak memaksakan diri melakukan seluruh ibadah di Masjidil Haram jika kondisi fisik atau cuaca tidak memungkinkan.
"Kalau misalkan dirasa cuacanya terlalu panas, lebih baik shalat di masjid hotel yang telah disediakan. Kita harus bersama-sama menjaga kesehatan agar nanti pada saat Armuzna badan tetap fit, sehat, dan bisa melaksanakan ibadah puncak haji dengan maksimal," ujar Deka, Petugas Linjam Seksi Khusus PPIH Arab Saudi.