PT PP Properti Tbk (PPRO) tengah menempuh langkah strategis guna memantapkan fundamental dan memperkuat tata kelola perusahaan secara menyeluruh. Upaya ini dilakukan untuk menjaga keberlanjutan bisnis di tengah dinamika industri properti yang terus berubah.
Dilansir dari Investortrust, emiten berkode saham PPRO ini telah menerapkan strategi penuh kehati-hatian sepanjang tahun 2025. Langkah tersebut mencakup penyesuaian nilai aset, investasi tertentu, serta persediaan agar mencerminkan nilai wajar yang dapat direalisasikan.
Perusahaan juga membentuk pencadangan secara konservatif sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas aset. Penataan portofolio difokuskan pada aset-aset produktif yang memiliki potensi monetisasi paling optimal.
Langkah penataan ini turut mempertimbangkan situasi pasca putusan homologasi demi memastikan laporan keuangan perusahaan lebih transparan. Hal ini diharapkan mampu memperkuat struktur keuangan dan meningkatkan reliabilitas pelaporan internal.
Manajemen menegaskan bahwa aktivitas operasional PPRO hingga saat ini masih berjalan dengan normal. Kegiatan tersebut meliputi proses pemasaran, pengelolaan berbagai aset produktif, hingga penyelesaian proyek-proyek yang sedang berjalan.
Selain itu, perseroan aktif melakukan pemulihan aset sebagai bagian dari program optimalisasi portofolio. VP Corporate Secretary PPRO, Afrilia Pratiwi, memberikan penjelasan mengenai pentingnya proses penataan fundamental ini.
"Perseroan secara proaktif melakukan peninjauan kembali atas portofolio aset dan kualitas pencatatan untuk menghasilkan struktur keuangan yang lebih sehat dan laporan keuangan yang lebih andal. Langkah ini menjadi fondasi penting bagi pertumbuhan kinerja PPRO secara bertahap dan berkelanjutan," ujar Afrilia Pratiwi.
Strategi Penguatan Kinerja Jangka Panjang
Untuk mendukung penguatan fundamental, PPRO menerapkan sejumlah strategi utama. Fokus utamanya adalah memperkuat arus kas operasional serta menurunkan nilai liabilitas perusahaan secara bertahap.
Langkah lainnya mencakup peningkatan produktivitas operasional dan efisiensi biaya. Perseroan juga berupaya meningkatkan pendapatan berulang (recurring income) serta melakukan percepatan dalam monetisasi aset-aset yang dimiliki.
Guna menyokong pengembangan proyek prioritas, PPRO memperluas kerja sama strategis dengan berbagai pihak. Penguatan manajemen risiko yang terintegrasi dan tata kelola perusahaan juga menjadi prioritas dalam rencana strategis ini.
Komitmen terhadap prinsip Good Corporate Governance (GCG) ditegaskan kembali oleh pihak perseroan. PPRO mengedepankan aspek akuntabilitas serta transparansi, terutama dalam penyajian laporan keuangan kepada para pemangku kepentingan.