Penulis : Leonard AL Cahyoputra 28 Mei 2026 | 21:12 WIB
Petani mengangkut tandan buah segar (TBS) kelapa sawit seusai panen di Desa Leuhan, Johan Pahlawan, Aceh Barat, Aceh, Selasa (18/2/2025). (ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas)
JAKARTA, Investor.id -Perkumpulan Organisasi Petani Sawit Indonesia (POPSI) meminta pemerintah memastikan Danantara Sumber Daya Indonesia (DSI) tidak mengambil peran sebagai pengendali tunggal perdagangan sawit nasional. Sebaliknya, DSI dinilai lebih tepat berfungsi sebagai verifikator, regulator pendukung, dan pengawas sistem perdagangan sawit nasional melalui pengembangan platform digital perdagangan sawit yang terintegrasi dari hulu hingga hilir serta ekspor.
Ketua Umum POPSI Mansuetus Darto menjelaskan, pihaknya mendukung modernisasi sistem perdagangan melalui digitalisasi yang transparan dan terintegrasi. Namun digitalisasi tidak boleh berubah menjadi sentralisasi perdagangan ataupun menciptakan monopoli baru yang justru memperbesar ketergantungan pasar dan menekan mekanisme persaingan usaha yang sehat.
POPSI menilai negara, pemerintah, dan/atau DSI seharusnya lebih tepat berperan sebagai regulator, verifikator, dan pengawas perdagangan sawit nasional, bukan menjadi pengendali tunggal perdagangan. ÔÇ£Karena itu, POPSI mengusulkan pembangunan platform digital nasional sawit yang kuat, komprehensif, dan terintegrasi dari hulu hingga hilir serta ekspor,ÔÇÖÔÇÖ jelas Darto dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Kamis (28/5/2026).
Platform tersebut harus mampu mengintegrasikan data produksi petani, PKS, refinery, stok CPO, transaksi domestik dan ekspor, dokumen perizinan, arus pembayaran, hingga pelacakan pengiriman dan devisa hasil ekspor secara real time. Sistem ini juga harus terkoneksi langsung dengan Bea Cukai, Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP), otoritas pelabuhan, surveyor, karantina, kementerian terkait, sistem logistik nasional, hingga sektor perbankan.
Dengan model pengawasan digital yang terintegrasi tersebut, negara tetap dapat memperoleh transparansi perdagangan, pengawasan penerimaan negara, pengendalian praktik under invoicing dan transfer pricing, serta monitoring ekspor secara akurat tanpa harus memperpanjang rantai birokrasi perdagangan atau mengganggu mekanisme pasar yang telah berjalan.
Selain itu, POPSI juga meminta pemerintah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kebijakan Bea Keluar (BK) dan Pungutan Ekspor (PE) sawit yang selama ini dinilai ikut membebani harga TBS (tandan buah segar) petani.
Lebih jauh, POPSI mengharapkan adanya kepastian regulasi dari pemerintah khususnya untuk memastikan skema perdagangan dan alur transaksi hingga desember 2026. Selain itu, DSI harus melengkapi dengan rencana kerja untuk perdagangan minyak sawit ke pasar. ÔÇ£Dengan adanya kepastian regulasi, ekosistem industri tetap stabil dan transaksi dengan petani sawit tetap berjalan normal,ÔÇØ ucap Darto.
Ketua Jaringan Pegiat Sawit Nasional (JPSN) Provinsi Kalimantan Tengah Kobar Sembiring mengatakan, petani sawit di daerah sangat sensitif terhadap perubahan tata niaga sawit nasional karena dampaknya langsung dirasakan dalam kehidupan sehari-hari.
ÔÇ£Kondisi petani saat ini belum benar-benar pulih, harga masih sekitar 2000-2500/kg. Ketika harga turun beberapa ratus rupiah saja, itu sangat mempengaruhi kemampuan petani memenuhi kebutuhan keluarga, biaya sekolah anak, sampai biaya perawatan kebun,ÔÇØ ujar dia.
Senada dengan itu, Kepala Departemen Advokasi Serikat Petani Kelapa Sawit (SPKS), Marselinus Andry menilai selama ini Bea Keluar dan Pungutan Ekspor sudah menjadi instrumen yang menekan harga sawit di tingkat petani karena seluruh tambahan biaya perdagangan akhirnya dibebankan ke harga TBS.
DSI juga akan ikut menambah menekan petani. ÔÇ£Petani sawit selalu berada di posisi paling lemah dalam rantai pasok. Ketika ada tambahan biaya, pungutan, atau hambatan perdagangan, maka petani yang pertama kali menerima dampaknya melalui penurunan harga TBS,ÔÇØ jelas dia.
Seperti diketahui, pemerintah telah menetapkan PT Danantara Sumber Daya Indonesia (DSI) sebagai badan usaha milik negara (BUMN) yang dibentuk untuk memperbaiki tata kelola ekspor komoditas strategis nasional.
DSI diberi tugas untuk mengelola dan mengawasi transaksi ekspor sejumlah komoditas sumber daya alam penting seperti batu bara, minyak sawit mentah (CPO), dan ferro alloy. Pembentukan DSI dilakukan sebagai upaya pemerintah menutup potensi kerugian negara yang selama ini terjadi dalam perdagangan ekspor. Kerugian tersebut diduga muncul akibat praktik seperti under invoicing dan transfer pricing.
Editor: Leonard
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Harus Dijawab dengan Bukti
Harga CPO Loncat Tinggi, Ini Penyebabnya
Harga CPO Melemah, Ekspor dan Permintaan India sama-sama Lesu
Pengalihan Ekspor Tak Ubah Kewajiban DMO CPO
Kebijakan Ekspor Satu Pintu Picu Kepanikan Petani Sawit
Business 3 menit yang lalu Persaingan Pasar TV Premium Memanas, TCL Bermanuver Persaingan pasar TV premium memanas. TCL sodorkan produk andalan SQD-Mini LED.
Health 8 menit yang lalu Kesadaran Kesehatan Pencernaan Meningkat, Yakult Hadirkan Inovasi Baru Kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan saluran pencernaan terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir.
Business 17 menit yang lalu DSI Lebih Baik Jadi Pengawas Perdagangan Sawit DSI dinilai lebih tepat berfungsi sebagai verifikator, regulator pendukung, dan pengawas sistem perdagangan sawit nasional
Market 19 menit yang lalu MPMX Bagi Dividen Rp 170 per Saham, Cek Jadwalnya PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX) akan membagikan dividen tunai kepada para pemegang saham perseroan.
Lifestyle 22 menit yang lalu Stimulasi Kolagen, Kiat Jolene Marie Tampil dengan Kulit Kencang Model dan bintang film Jolene Marie Cholock Rotinsulu sangat menjaga kesehatan dan kecantikan tubuhnya. Salah satu perawatan yang dilakukan Jolene adalah stimulasi kolagen untuk mengencangkan kulitnya dan mempertegas garis rahang (jawline).
Business 1 jam yang lalu Synology Perkuat Infrastruktur Bisnis di Indonesia Synology resmi mengumumkan peluncuran PAS7700 di Indonesia. Perangkat ini merupakan sistem penyimpanan data all-flash NVMe pertama dari Synology dengan arsitektur aktif-aktif yang dirancang khusus untuk kebutuhan enterprise berskala besar.