Dokter Ungkap Ponsel Lebih Kotor dari Toilet dan Picu Gangguan Cerna

Dokter Ungkap Ponsel Lebih Kotor dari Toilet dan Picu Gangguan Cerna
Foto: Ilustrasi Dokter Ungkap Ponsel Lebih Kotor dari Toilet dan Picu Gangguan Cerna.

Gawai atau ponsel pintar kini menjadi benda yang hampir tidak pernah lepas dari genggaman manusia sepanjang hari. Namun, perangkat elektronik ini ternyata menyimpan ancaman kesehatan serius yang sering kali tidak disadari oleh penggunanya.

Dr. Saswata Chatterjee, seorang spesialis gastroenterologi, memberikan peringatan mengenai tingginya tingkat kontaminasi pada ponsel. Ia menyebutkan bahwa perangkat tersebut telah menjadi tempat berkembang biak bagi berbagai mikroorganisme berbahaya.

Dilansir dari Medcom, ponsel diketahui membawa bakteri dalam jumlah yang sangat banyak karena sering bersentuhan dengan berbagai permukaan. Hal ini diperparah dengan perilaku pengguna yang jarang membersihkan gawai mereka secara rutin.

Banyak individu sangat waspada saat menyentuh benda di tempat umum, namun tidak ragu langsung memegang ponsel tanpa mencuci tangan. Padahal, permukaan layar ponsel bisa jauh lebih kotor dibandingkan fasilitas publik lainnya.

"Penelitian menemukan bahwa layar ponsel biasanya menampung lebih banyak bakteri daripada permukaan kerja dapur, dudukan toilet, atau kenop pintu publik karena ponsel bersentuhan langsung dengan tangan, wajah, tas, dan berbagai permukaan lain yang ditemui selama aktivitas sehari-hari," ujar Saswata.

Masalah utama terletak pada akumulasi bakteri yang terjadi terus-menerus. Jika fasilitas umum dibersihkan secara berkala, ponsel cenderung terabaikan sehingga lapisan kuman menumpuk dan mudah berpindah ke wajah atau makanan.

Terdapat pula anggapan keliru bahwa panas dari mesin ponsel saat digunakan dapat membunuh kuman. Faktanya, suhu yang hangat dan kondisi tertutup justru menjadi lingkungan ideal bagi bakteri untuk bertahan hidup lebih lama.

Risiko Terhadap Sistem Pencernaan

Ditinjau dari sisi gastroenterologi, kontaminasi kuman pada ponsel bukan sekadar masalah kebersihan luar, melainkan ancaman bagi organ dalam. Perpindahan bakteri dari layar ke tangan lalu ke makanan menjadi jalur utama masuknya infeksi ke tubuh.

"Ini meningkatkan risiko terkena berbagai jenis infeksi, termasuk keracunan makanan atau 'flu perut', serta diare, mual, muntah, dan jenis infeksi usus terkait lainnya," tutur Saswata.

Kondisi ini menjadi semakin berisiko saat cuaca memiliki kelembapan tinggi, seperti pada musim hujan atau musim panas. Bakteri diketahui mampu berkembang biak dengan frekuensi yang jauh lebih cepat dalam lingkungan yang lembap.

Langkah Menjaga Kebersihan Gawai

Guna meminimalkan risiko infeksi, Dr. Saswata Chatterjee memberikan beberapa saran praktis bagi para pengguna ponsel. Pembersihan rutin menggunakan tisu desinfektan atau kain mikrofiber yang dibasahi larutan alkohol khusus elektronik sangat dianjurkan.

Selain layar, kebersihan pelindung atau casing ponsel juga tidak boleh luput dari perhatian. Bagian ini sering menjadi tempat penumpukan keringat dan debu yang mendukung pertumbuhan mikroorganisme.

Membiasakan diri untuk tidak menggunakan ponsel saat sedang makan adalah langkah pencegahan krusial lainnya. Hal ini bertujuan untuk menghentikan transfer kuman secara langsung dari perangkat elektronik ke dalam sistem pencernaan manusia.

Disarankan juga untuk selalu mencuci tangan atau menggunakan pembersih tangan setelah berada di tempat umum atau menggunakan transportasi publik sebelum kembali menyentuh ponsel. Menghindari meletakkan gawai di sembarang tempat umum juga dapat membantu menekan risiko kontaminasi.

Artikel terkait

Rekomendasi