Aparat Polres Bandara Soekarno-Hatta membongkar sindikat pencurian ratusan tas mewah merek Lululemon senilai lebih dari Rp1 miliar yang melibatkan oknum pekerja operator kargo di kawasan Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten.
Penguatan aspek pengamanan kini langsung dilakukan oleh manajemen PT Angkasa Pura Indonesia atau InJourney Airports selaku pengelola bandara setelah insiden kriminal tersebut terungkap, seperti dilansir dari Media Indonesia pada Sabtu (16/5).
Aksi pembalakan barang kargo milik PT Pungkook Indonesia One ini dilaporkan telah berjalan selama kurang lebih dua tahun sebelum akhirnya tiga tersangka berinisial K, A, dan F berhasil ditangkap oleh petugas kepolisian di wilayah Karawaci.
"Kami informasikan bahwa InJourney Airports dan Polres Bandara Soekarno-Hatta telah memperkuat aspek keamanan, dan telah berhasil mengungkap dugaan tindakan pencurian oleh oknum pekerja operator kargo," ujar General Manager Bandara Soekarno-Hatta, Heru Karyadi, Sabtu (16/5).
Pihak manajemen bandara menegaskan tidak akan memberikan toleransi terhadap segala bentuk pelanggaran hukum di area kerja mereka serta meminta komitmen kepatuhan regulasi dari seluruh pekerja.
"Kami memiliki sistem dalam menjaga keamanan, sehingga berbagai aktivitas yang melanggar keamanan pasti dapat terdeteksi. Kami imbau agar seluruh pihak tetap mematuhi aturan," tegas Heru Karyadi.
Keterangan mengenai kronologi pengungkapan kasus ini kemudian dipaparkan secara mendalam oleh pihak kepolisian yang menangani laporan resmi dari korban tindak pidana tersebut.
"Kami informasikan bahwa InJourney Airports dan Polres Bandara Soekarno-Hatta telah memperkuat aspek keamanan, dan telah berhasil mengungkap dugaan tindakan pencurian oleh oknum pekerja operator kargo," ujar Kapolres Bandara Soekarno-Hatta, Kombes Wisnu Wardana.
Penyelidikan bermula dari laporan polisi nomor LP/B/48/IV/2026/SPKT/Polresta Bandara Soekarno-Hatta/Polda Metro Jaya tanggal 27 April 2026 yang diajukan oleh PT Pungkook Indonesia One yang berlokasi di Grobogan, Jawa Tengah.
Perusahaan tersebut awalnya mengirimkan 4.749 unit tas dari Grobogan menuju Shanghai, Tiongkok, menggunakan maskapai kargo Garuda Indonesia pada 14 April 2026, tetapi menerima laporan kehilangan 108 tas saat tiba di tujuan dengan taksiran kerugian awal Rp213 juta.
Pengecekan rekaman kamera pengawas (CCTV) di area RA BST serta Pergudangan Soewarna memperlihatkan ada 40 karton dari total 512 karton pengiriman yang sengaja disisihkan para pelaku ketika proses pemeriksaan pemindaian X-ray berlangsung.
| Aspek Pengamanan | Tindakan Lanjutan |
|---|---|
| Area Kargo | Peningkatan patroli bersama dan audit akses pekerja. |
| Personel | Verifikasi ulang latar belakang pekerja operator kargo. |
| Teknologi | Optimalisasi sistem deteksi aktivitas ilegal di kawasan terbatas. |