Polda Metro Jaya tengah menyelidiki penyebab teknis berhentinya sebuah mobil listrik di perlintasan sebidang Jalan Ampera, Bekasi Timur, pada Senin (27/4/2026) malam yang berujung tabrakan maut dengan KRL. Insiden yang dilaporkan terjadi pukul 20.52 WIB ini mengakibatkan belasan nyawa melayang dan puluhan lainnya luka-luka.
Sopir taksi berinisial RRP dilaporkan selamat setelah berhasil keluar melalui jendela kendaraan sesaat sebelum benturan terjadi, sebagaimana dilansir dari Megapolitan. Kendala pada sistem penguncian pintu dan transmisi kendaraan sempat menghambat upaya penyelamatan diri sang pengemudi saat mesin mobil mati mendadak di atas rel.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto menjelaskan bahwa saat mesin mati, posisi transmisi kendaraan otomatis berpindah sehingga pintu terkunci rapat. Sopir baru bisa menurunkan kaca jendela setelah mencoba mematikan sistem kendaraan secara manual di tengah situasi darurat tersebut.
ÔÇ£Pada saat sopir ingin keluar membuka pintu, tetapi tidak bisa. Transmisi berpindah ke parkir. Pada saat yang bersangkutan mencoba untuk mematikan kendaraan, membuka, baru bisa menurunkan kaca mobil dari taksi online,ÔÇØ kata Budi, Kombes Pol Budi Hermanto.
Penyidik kini memfokuskan pemeriksaan pada riwayat perawatan rutin armada milik manajemen Green SM tersebut. Data menunjukkan kendaraan yang terlibat kecelakaan telah menempuh jarak 24.000 kilometer, melampaui batas wajib perawatan berkala yang ditetapkan perusahaan.
ÔÇ£Kami juga menyampaikan bahwa terkait informasi dari depot manajer operasional, taksi tersebut harusnya per 15.000 KM itu sudah harus masuk ke depot untuk melaksanakan maintenance ataupun perawatan,ÔÇØ ujar Budi, Kombes Pol Budi Hermanto.
Tim kepolisian sedang mengkaji apakah kelalaian dalam pemeliharaan rutin ini menjadi pemicu utama kegagalan fungsi motor listrik di lokasi kejadian. Pengkajian mendalam melibatkan berbagai ahli untuk memastikan keterkaitan antara perawatan dan kerusakan teknis tersebut.
ÔÇ£Nah, kami masih mendalami akibat mati mobil listrik ini di perlintasan sebidang kereta api, apakah termasuk dampak dari belum dilakukan maintenance? Nah, ini masih kami lakukan pengkajian,ÔÇØ tutur Budi, Kombes Pol Budi Hermanto.
Pihak kepolisian telah memanggil empat pejabat manajemen Green SM untuk dimintai keterangan, mulai dari manajer rekrutmen hingga manajer operasional wilayah Bekasi. Status kasus ini pun secara resmi telah ditingkatkan dari penyelidikan menjadi penyidikan berdasarkan bukti-bukti awal yang terkumpul.
ÔÇ£Ini sudah naik tingkat tahap penyidikan. Sudah dilakukan cek TKP, pemeriksaan saksi, pengumpulan barang bukti, serta pendalaman CCTV,ÔÇØ ujar Budi, Kombes Pol Budi Hermanto.
Dampak kecelakaan di KM 28+920 ini melibatkan KRL jurusan Cikarang dan KA Argo Bromo Anggrek yang sedang melintas di area stasiun. Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin menyebutkan bahwa gangguan pada sistem perkeretaapian di wilayah tersebut diduga kuat dipicu oleh posisi mobil di perlintasan.
ÔÇ£Kejadian ini dimulai dengan adanya temperan taksi hijau di JPL 85. Sehingga ini yang kami curigai itu membuat sistem perkeretaapian di daerah stasiun emplasemen Bekasi Timur ini agak terganggu,ÔÇØ ujar Bobby, Bobby Rasyidin.
Berdasarkan data terkini, musibah ini merenggut nyawa 16 penumpang KRL Cikarang Line, sementara 90 orang lainnya memerlukan perawatan medis akibat luka-luka. Seluruh penumpang KA Argo Bromo Anggrek yang berjumlah 240 orang dinyatakan selamat dalam peristiwa tersebut.