Seorang pelajar ditemukan terkapar dengan luka bacok serius di sekitar kawasan Stasiun Grogol, Jakarta Barat, pada Kamis (7/5/2026) malam. Korban diduga menjadi sasaran penyerangan oleh sekelompok orang yang mengakibatkan sebuah celurit menancap di bagian pinggangnya.
Insiden ini menjadi perhatian publik setelah rekaman video yang memperlihatkan kondisi korban bersimbah darah di pinggir jalan beredar di media sosial. Berdasarkan laporan yang dilansir dari Megapolitan, pelaku penyerangan dilaporkan membawa kabur satu unit sepeda motor Honda ADV dan ponsel milik korban.
Kanit Reskrim Polsek Grogol Petamburan, AKP Alexander Tengbunan, menjelaskan bahwa warga menemukan korban sekitar pukul 21.00 WIB. Informasi awal dari saksi mata menyebutkan bahwa korban sempat terlibat aksi kejar-kejaran dengan pengendara motor lain dari arah Jalan Muwardi sebelum akhirnya terjatuh di lokasi kejadian.
Pihak kepolisian saat ini tengah melakukan pendalaman untuk memastikan motif di balik peristiwa tersebut. Penyelidikan difokuskan pada kemungkinan adanya tindak pidana pembegalan murni atau keterlibatan korban dalam aksi tawuran antar kelompok yang berujung pada pencurian kendaraan.
"Belum ada keterangan yang signifikan. Ada yang bilang dibegal, ada juga saksi yang menyebut terkait aksi tawuran," kata Alexander.
Hingga saat ini, tim penyidik masih berupaya mengumpulkan berbagai petunjuk di lapangan. Salah satu langkah yang dilakukan adalah memeriksa rekaman kamera pengawas yang terpasang di sekitar titik kejadian guna mengidentifikasi para pelaku dan kronologi pasti penyerangan.
"Dari tadi malam sampai dengan saat ini anggota masih mencari petunjuk. Petunjuk CCTV ini masih belum kelihatan jelas, ini merupakan begal atau tawuran," kata Alexander saat dikonfirmasi melalui telepon, Jumat (8/5/2026).
Alexander mengungkapkan bahwa kepolisian menghadapi tantangan dalam menyimpulkan motif perkara karena adanya perbedaan keterangan dari para saksi yang diperiksa. Fakta di lapangan menunjukkan indikasi yang beragam terkait penyebab luka yang diderita pelajar tersebut.
"Saksi yang kita mintai keterangan ada yang bilang ini dibegal, ada juga yang indikasi tawuran," ungkap Alexander.
Muncul dugaan sementara bahwa luka bacok tersebut terjadi dalam konteks tawuran, di mana sepeda motor korban yang tertinggal kemudian diambil oleh orang lain di lokasi. Namun, skenario ini masih dalam tahap pembuktian melalui keterangan saksi tambahan.
"Jadi dampak dari tawuran itu terjadinya luka, sehingga motor itu dibuang (ditinggalkan) dan dimanfaatkan atau diambil oleh pelaku tawuran lain," jelas Alexander.
Proses pemeriksaan terhadap korban secara langsung hingga kini belum bisa dilaksanakan karena kondisi kesehatannya yang belum stabil. Kepolisian masih menunggu pemulihan korban yang sedang mendapatkan penanganan medis intensif.
"Korban juga saat ini masih dirawat di rumah sakit dan belum membuat laporan polisi," tutur Alexander.