Polisi Selidiki Dugaan Gangguan Jiwa Pemalak Warteg di Bekasi

Polisi Selidiki Dugaan Gangguan Jiwa Pemalak Warteg di Bekasi
Foto: Ilustrasi Polisi Selidiki Dugaan Gangguan Jiwa Pemalak Warteg di Bekasi.

Aparat Kepolisian Sektor Bekasi Selatan menyelidiki kasus pemalakan terhadap penjaga warung tegal di Jalan Raya Pekayon, Bekasi Selatan, yang terjadi pada Senin (13/4/2026) sore. Terduga pelaku yang aksinya terekam video viral tersebut diduga merupakan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ).

Penyelidikan sementara mengungkap bahwa pria tersebut bukanlah penduduk setempat di lingkungan RT 02/02 Jakasetia. Pihak kepolisian segera melakukan penelusuran ke lokasi kejadian setelah rekaman video pendek tersebut menyebar luas di media sosial, sebagaimana dilansir dari Megapolitan.

Kapolsek Bekasi Selatan Komisaris Suparmin menjelaskan bahwa dugaan masalah kejiwaan muncul berdasarkan laporan pemeriksaan awal di lapangan. Penanganan kasus ini masih terus berjalan untuk memastikan identitas pelaku yang melakukan intimidasi terhadap penjaga warung.

"Berdasarkan keterangan dari anggota, diduga pelaku agak kurang, atau alami gangguan jiwa," ujar Suparmin.

Pihak kepolisian menegaskan bahwa aksi pemalakan di wilayah tersebut merupakan fenomena baru. Berdasarkan pendataan petugas, pelaku tidak memiliki domisili tetap di area Pekayon dan baru pertama kali dilaporkan melakukan tindakan tersebut.

"Dia (pelaku) warga luar wilayah. Dan baru sekali terjadi. Saat ini kasusnya masih dalam penyelidikan," kata Suparmin.

Insiden ini bermula saat seorang pria dengan celana pendek dan kantong kresek hitam mendatangi penjaga warteg bernama Tsani Solehatun. Korban sempat memberikan uang sebesar Rp 2.000, namun pelaku menolak dan terus memaksa meminta nominal yang lebih besar.

"Bapak kan minta, ya? Saya sudah bilang maaf, Pak. Bapak masih maksa!" ujar Tsani.

Dalam rekaman video yang diunggah akun Instagram @moviestory_raisan, pria tersebut terlihat melontarkan ancaman meskipun korban sudah bersikap kooperatif. Pelaku sempat membandingkan status sosial korban sambil terus mendesak pemberian uang tambahan dengan nada suara tinggi.

"Dua kali ya saya bilang. Anda orang kaya, seenaknya ya mulut Anda! Jangan sok pamer mulut Anda! Tangan saya di atas lho, Bu! Kalau maksa, enggak permisi saya. Saya hargain Anda perempuan, saya hargain Anda manusia. Jaga mulut Anda! Enggak tahukah mulutmu adalah harimaumu?" ucap pria tersebut.

Komisaris Suparmin menegaskan bahwa langkah kepolisian saat ini difokuskan pada pengumpulan fakta di tempat kejadian perkara. Petugas telah mengonfirmasi kebenaran peristiwa tersebut kepada pihak warteg yang menjadi korban intimidasi.

"Anggota telah melaksanakan pengecekan laporan yang viral di media sosial tentang adanya orang tidak dikenal yang meminta uang di warteg," ujar Suparmin.

Artikel terkait

Rekomendasi