Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Medan tengah mendalami kasus dugaan penganiayaan berat yang menimpa seorang warga bernama Rahmadsyah (47). Insiden memilukan ini diduga dilakukan oleh puluhan oknum anggota organisasi kemasyarakatan (ormas) di kawasan Jalan Jermal VII, Medan Denai.
Peristiwa tersebut dilaporkan terjadi pada Sabtu malam, 30 Mei 2026, sekitar pukul 19.30 WIB. Kasat Reskrim Polrestabes Medan, AKBP Adrian Risky Lubis, mengonfirmasi bahwa pihaknya sudah menerima laporan resmi dan sedang melakukan penyelidikan intensif.
Kronologi Penganiayaan dan Dugaan Penculikan
Berdasarkan keterangan keluarga, korban merupakan adik kandung dari seorang anggota TNI, Serka Dede Andiruka. Dede mengungkapkan bahwa adiknya diserang secara membabi buta oleh sekitar 50 orang di kamar indekosnya.
Para pelaku diduga mengeroyok korban menggunakan tongkat bisbol hingga melakukan pembacokan di dalam kamar. Setelah korban tidak sadarkan diri, kelompok tersebut menyeretnya keluar dan membawanya pergi menggunakan mobil.
Rincian peristiwa yang dialami korban berdasarkan keterangan saksi keluarga:
- Pengeroyokan dilakukan secara massal oleh sekitar 50 orang anggota ormas.
- Korban dipukul menggunakan tongkat bisbol pada bagian kepala hingga luka parah.
- Pelaku melakukan pembacokan saat korban berada di dalam kamar kosnya.
- Setelah dianiaya, korban diculik dan dibuang di depan Rumah Sakit Muhammadiyah.
Keluarga baru mengetahui keberadaan Rahmadsyah setelah mendapat informasi dari pihak rumah sakit tempat korban ditinggalkan oleh para pelaku.
Kondisi Medis Korban yang Memprihatinkan
Kondisi Rahmadsyah dilaporkan sangat kritis akibat luka senjata tajam dan hantaman benda tumpul. Serka Dede menjelaskan bahwa luka di kepala adiknya cukup lebar sehingga memerlukan tindakan medis darurat.
Dokter yang menangani awalnya menyebutkan bahwa tulang tengkorak korban terkelupas dengan lebar antara 3 hingga 5 inci. Karena keterbatasan peralatan di rumah sakit pertama, korban akhirnya dirujuk ke Rumah Sakit Bhayangkara Medan untuk perawatan lebih lanjut.
Dugaan Motif dan Teman Korban yang Hilang
Meskipun motif pastinya belum terungkap sepenuhnya, insiden ini diduga dipicu oleh aksi pembelaan korban terhadap temannya yang bernama Bram. Sehari sebelum kejadian, Bram dilaporkan sempat dipukuli oleh oknum anggota ormas yang sama.
Rahmadsyah kabarnya mendatangi kelompok tersebut untuk mempertanyakan alasan pemukulan terhadap temannya. Tindakan tersebut diduga memicu kemarahan kelompok ormas hingga mereka mencari keberadaan korban di kediamannya.
Berikut adalah identitas dan status pihak yang terlibat dalam insiden tersebut:
| Identitas | Status/Kondisi | Peran dalam Kasus |
|---|---|---|
| Rahmadsyah (47) | Luka Berat / Rawat Inap | Korban penganiayaan utama |
| Bram | Belum Ditemukan | Teman korban yang diduga diculik |
| Oknum Ormas | Dalam Penyelidikan | Terduga pelaku pengeroyokan |
Data di atas merangkum kondisi para pihak yang terlibat, di mana keberadaan Bram hingga kini masih misterius. Keluarga menduga Bram masih disekap oleh kelompok yang sama sejak kejadian pemukulan pertama pada hari Jumat.
Pihak kepolisian saat ini terus mengumpulkan bukti dan keterangan saksi guna mengungkap latar belakang penyerangan massal ini. Fokus utama petugas adalah mengidentifikasi para pelaku dan mencari keberadaan Bram yang masih dinyatakan hilang.