Polda Metro Jaya tengah memburu empat orang terduga pelaku pembegalan terhadap petugas pemadam kebakaran (Damkar) yang terjadi di kawasan Gambir, Jakarta Pusat, pada Kamis (2/4/2026) dini hari. Identitas para pelaku yang masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) tersebut kini telah dikantongi pihak berwenang.
Pengejaran ini merupakan pengembangan setelah kepolisian berhasil mengamankan lima pelaku lainnya di sebuah hotel di wilayah Pluit, Jakarta Utara, pada Senin (13/4/2026). Para pelaku yang tertangkap diketahui memiliki peran berbeda, mulai dari eksekutor pemukulan hingga pemantau situasi di lokasi kejadian.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, memberikan penjelasan terkait proses pengejaran empat orang yang masih buron. Dilansir dari Megapolitan, pihak kepolisian terus melakukan pelacakan terhadap keterlibatan mereka dalam aksi kekerasan tersebut.
ÔÇ£Kami masih memburu empat orang lainnya yang diduga kuat ikut terlibat dalam pemukulan dan membawa kabur sepeda motor korban. Identitasnya sudah kami kantongi,ÔÇØ kata Budi.
Meski identitas telah diketahui, kepolisian belum menjabarkan secara rinci mengenai pembagian tugas spesifik dari masing-masing buron tersebut. Dalam operasi penangkapan sebelumnya, sejumlah barang bukti telah disita untuk memperkuat penyidikan kasus ini.
Budi juga menekankan pentingnya kewaspadaan bagi warga yang terpaksa melakukan mobilitas pada waktu malam. Langkah preventif disarankan untuk menghindari risiko menjadi sasaran tindak kejahatan jalanan.
ÔÇ£Selalu waspada saat beraktivitas di malam hari dan menghindari rute yang sepi,ÔÇØ kata Budi.
Peristiwa pembegalan ini menimpa seorang petugas Damkar berinisial BMH (29) saat melintas di Jalan KH Hasyim Ashari. Berdasarkan rekaman CCTV, korban sempat berusaha mempertahankan diri sebelum akhirnya ditabrak dan dipukul menggunakan konblok oleh para pelaku.
Plt Kanit Reskrim Polsek Gambir, Iptu Heri Moko, mengonfirmasi kondisi fisik korban pasca-insiden tragis tersebut. BMH kehilangan sepeda motor serta dua unit ponsel miliknya akibat perampasan itu.
"Korban saat itu terlihat mengalami luka di kepala, di tangan, dan muka agak lecet-lecet," kata Heri.
Pihak kepolisian saat ini terus melakukan penyisiran untuk menangkap sisa komplotan begal yang masih melarikan diri guna mempertanggungjawabkan perbuatan mereka di depan hukum.