Aparat kepolisian Arab Saudi melakukan penangkapan terhadap seorang warga negara Mesir. Penangkapan ini dilakukan atas dugaan pelanggaran aturan yang ditetapkan pemerintah setempat selama musim Haji 2026.
Dilansir dari Kompas, penemuan ini bermula saat pasukan keamanan Haji melakukan pemeriksaan rutin. Mereka menemukan seseorang yang sengaja disembunyikan di dalam sebuah kendaraan kargo yang telah dimodifikasi secara khusus.
Pihak keamanan kemudian mengamankan tiga orang warga negara Mesir yang terlibat dalam pelanggaran instruksi haji tersebut. Ketiganya kedapatan sedang mengangkut dua warga Mesir lainnya yang tidak memiliki izin resmi untuk menunaikan ibadah haji.
Modus operandi yang digunakan para pelaku adalah dengan memanfaatkan kendaraan modifikasi agar bisa menembus penjagaan otoritas. Saat ini, para pelaku telah ditahan untuk menjalani proses hukum lebih lanjut sesuai ketentuan yang berlaku di Arab Saudi.
Tindakan tegas ini diambil karena mereka berupaya memasuki kota suci dan menetap di sana tanpa dokumen perizinan haji yang sah. Hal ini dianggap melanggar hukum dan mengancam ketertiban penyelenggaraan ibadah di tanah suci.
Pemerintah Arab Saudi kembali mengeluarkan imbauan kepada seluruh pihak untuk senantiasa menaati regulasi yang berlaku selama musim haji. Kepatuhan terhadap aturan sangat diperlukan untuk mendukung kinerja pihak berwenang di lapangan.
Langkah penertiban ini bertujuan guna menjamin aspek keamanan serta kenyamanan bagi seluruh jemaah yang beribadah secara resmi. Kerja sama semua pihak diharapkan dapat mencegah terjadinya penumpukan jemaah ilegal yang berisiko mengganggu kelancaran prosesi haji.