Polda Metro Jaya Selidiki Kelalaian Masinis Kecelakaan Kereta di Bekasi

Polda Metro Jaya Selidiki Kelalaian Masinis Kecelakaan Kereta di Bekasi
Foto: Ilustrasi Polda Metro Jaya Selidiki Kelalaian Masinis Kecelakaan Kereta di Bekasi.

Polda Metro Jaya menyelidiki dugaan kelalaian manusia dan gangguan operasional dalam kecelakaan maut antara KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi, pada Senin (27/4/2026) malam. Insiden tragis di KM 28+920 ini dilaporkan menelan 16 korban jiwa.

Kombes Pol Budi Hermanto, Kabid Humas Polda Metro Jaya, menyatakan bahwa pendalaman kasus bertujuan memastikan penyebab pasti peristiwa tersebut. Dilansir dari Megapolitan, total korban terdampak mencapai 106 orang, dengan rincian 16 penumpang meninggal dunia dan 90 lainnya mengalami luka-luka.

"Kami masih mendalami kemungkinan adanya faktor kelalaian manusia maupun gangguan sistem komunikasi dalam operasional perkeretaapian," kata Budi Hermanto, Kabid Humas Polda Metro Jaya.

Penyidik saat ini tengah mengumpulkan keterangan dari berbagai pihak, termasuk memeriksa barang bukti dan hasil olah tempat kejadian perkara. Fokus pemeriksaan tertuju pada masinis serta pengemudi taksi Green SM yang diduga menjadi pemicu awal kecelakaan beruntun tersebut.

"Korban meninggal dunia bertambah satu orang, sehingga total menjadi 16 orang. Kami berharap tidak ada lagi penambahan korban," ujar Budi Hermanto, Kabid Humas Polda Metro Jaya.

Peristiwa yang terjadi pukul 20.52 WIB ini melibatkan KRL nomor PLB 5568A jurusan Cikarang dan KA Argo Bromo Anggrek relasi GambirÔÇôSurabaya Pasar Turi. Sebanyak 240 penumpang KA Argo Bromo Anggrek dinyatakan selamat, sementara para korban luka telah dievakuasi ke berbagai rumah sakit di Bekasi.

Fasilitas medis yang menangani korban antara lain RSUD Bekasi, RS Primaya, RS Bella Bekasi, RS Mitra Plumbon Cibitung, RS Bhakti Kartini, RS Siloam Bekasi Timur, RS Hermina, serta RS Mitra Keluarga Bekasi Timur dan Barat.

Artikel terkait

Rekomendasi