PLN Pulihkan Aliran Listrik Sembilan Juta Pelanggan Pascablackout Sumatra

PLN Pulihkan Aliran Listrik Sembilan Juta Pelanggan Pascablackout Sumatra
Foto: Ilustrasi PLN Pulihkan Aliran Listrik Sembilan Juta Pelanggan Pascablackout Sumatra.

Pemadaman listrik massal akibat cuaca buruk melanda 13,1 million pelanggan di Pulau Sumatra. Perusahaan listrik negara PT PLN (Persero) langsung bergerak cepat untuk menstabilkan kembali sistem kelistrikan yang sempat lumpuh tersebut.

Hingga Sabtu pagi, para teknisi di lapangan telah berhasil memulihkan pasokan listrik kepada lebih dari 8,3 million pelanggan. Pemulihan ini mencakup sekitar 60% dari total sistem yang terdampak dalam waktu 16 jam setelah malam pemadaman meluas di beberapa provinsi.

Krisis kelistrikan ini bermula pada Jumat pukul 18.44 waktu setempat, seperti dikutip dari Investortrust. Cuaca ekstrem memicu kerusakan pada jaringan transmisi Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) 275 kilovolt (kV) Muara BungoÔÇôSungai Rumbai di Provinsi Jambi.

Gangguan lokal tersebut dengan cepat merembet hingga memicu lepasnya sistem interkoneksi kelistrikan. Akibatnya, jaringan listrik terfragmentasi dan menyebabkan pemadaman total di pusat-pusat ekonomi utama, mulai dari Sumatra Barat hingga Aceh.

Kolapsnya jaringan ini memperlihatkan rapuhnya infrastruktur di Sumatra, kawasan yang krusial bagi sektor pertambangan, minyak kelapa sawit, dan manufaktur. Bagi investor global, pemadaman industri yang tidak terduga ini menjadi risiko operasional yang signifikan.

Meskipun respons cepat PLN berhasil mencegah kelumpuhan industri yang berkepanjangan, ketergantungan pada pembangkit batu bara yang lambat untuk dinyalakan kembali menunjukkan adanya celah dalam ketahanan energi regional.

Kegagalan transmisi langsung menyebabkan defisit daya seketika karena beban berlebih pada sisa jaringan, yang kemudian memicu kelumpuhan total secara regional. Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo memaparkan situasi tersebut dalam konferensi pers pada Sabtu.

"Gangguan pada segmen transmisi had a widespread impact on parts of the Sumatra transmission system, causing a drop in frequency due to heavy generator loads and triggering a domino effect of disruptions across several regions," kata Darmawan.

Pihak PLN sebenarnya mampu memperbaiki dan menstabilkan kembali jalur transmisi utama dalam waktu dua jam setelah kerusakan awal. Namun, menyalakan kembali pembangkit listrik yang mati mendadak saat lonjakan daya menjadi tantangan teknis yang jauh lebih berat bagi perusahaan negara tersebut.

Guna mempercepat proses pemulihan, PLN mengutamakan penggunaan infrastruktur yang cepat menyala seperti pembangkit listrik tenaga air (PLTA) dan turbin gas. Fasilitas respons cepat ini membantu para insinyur untuk mulai menghidupkan kembali gardu induk dan infrastruktur perkotaan yang vital sepanjang malam.

Sebaliknya, infrastruktur pemikul beban utama yang berskala besar menghadapi proses yang jauh lebih lambat untuk kembali ke kapasitas penuh. Darmawan menyebutkan bahwa Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) berbahan bakar batu bara milik perusahaan tidak bisa begitu saja dihidupkan dalam sekejap.

"Thermal power plants like PLTU require more time, between 15 to 20 hours starting from start-up, synchronization, and full operation," ujar Darmawan.

Hingga Sabtu pukul 10.00 waktu setempat, PLN mengumumkan bahwa daya listrik sebesar 3.192 megawatt (MW) telah berhasil disalurkan kembali dari total 5.334 MW yang sempat padam. Selain itu, sebanyak 157 dari 176 gardu induk yang terdampak kini telah beroperasi normal sepenuhnya.

Proses pemulihan berjalan sangat cepat di Sumatra Barat, di mana PLN Unit Induk Distribusi Sumatera Barat memastikan seluruh gardu induk utama telah dialiri listrik pada Sabtu pukul 05.00. Warga di Bukittinggi melaporkan aliran listrik ke rumah-rumah mulai menyala kembali secara bertahap antara pukul 01.00 dan 03.00 dini hari.

PLN telah mengerahkan ratusan personel khusus yang bekerja dalam sif 24 jam tanpa henti di Jambi, Sumatra Barat, Riau, Sumatra Utara, hingga Aceh demi merampungkan sinkronisasi jaringan. Perusahaan menyampaikan permohonan maaf resmi atas gangguan ekonomi yang terjadi dan meminta pelanggan memantau perkembangan pemulihan lewat aplikasi PLN Mobile.

Artikel terkait

Rekomendasi