Upaya memperkuat cadangan air tanah dilakukan melalui penanaman 1.000 bibit pohon di kawasan Hutan Bambu Sandan, Kabupaten Tabanan. Aksi lingkungan ini diintegrasikan dengan pengembangan infrastruktur distribusi air bersih bagi masyarakat setempat.
Dilansir dari Suara, PT PLN Indonesia Power Unit Bisnis Pembangkitan (UBP) Bali merealisasikan langkah tersebut dalam program Green Action 2026. Kegiatan ini bertujuan menjaga siklus hidrologi sekaligus memberdayakan ekonomi warga di wilayah hutan lindung.
Pepohonan memiliki peran vital karena akarnya berfungsi sebagai pori-pori alami tanah. Mekanisme ini memungkinkan air hujan meresap ke lapisan akuifer daripada terbuang menjadi aliran permukaan yang tidak bermanfaat.
Infiltrasi air tanah sangat krusial untuk memenuhi kebutuhan konsumsi harian dan irigasi lahan pertanian. Selain kuantitas, vegetasi hutan bertindak sebagai filter alami yang menyerap polutan serta menstabilkan struktur tanah guna mencegah erosi.
Kombinasi tanaman yang dipilih mencakup jenis konservatif dan produktif. Terdapat 600 batang bambu sebagai penopang resapan air, serta 100 pohon kelengkeng, 100 jambu biji, dan 100 nangka untuk nilai ekonomi tambahan bagi warga.
Penguatan struktur tanah dalam jangka panjang juga didukung dengan penanaman 50 pohon pala dan 50 beringin. Seluruh bibit ini diharapkan mampu menjaga keberlanjutan pasokan air di tengah perubahan iklim yang ekstrem.
"Langkah ini merupakan bentuk dedikasi perusahaan untuk menghadirkan dampak ekologis yang terukur, melampaui sekadar kegiatan seremonial tahunan," kata perwakilan manajemen PLN Indonesia Power UBP Bali, I Dewa Gede Agung Putra Prayadnya.
Inovasi Teknologi Pompa Hibrida
Selain penghijauan, infrastruktur penyaluran air bersih turut diresmikan untuk menghubungkan mata air ke pemukiman. Proyek ini mencakup jaringan perpipaan, mesin pompa listrik, rumah pompa, hingga bak penampungan skala besar.
Teknologi yang digunakan adalah sistem pompa hibrida yang menggabungkan tenaga listrik dengan pompa hidram. Inovasi ini merupakan hasil kolaborasi strategis dengan Kodam IX/Udayana agar distribusi air lebih efisien energi dan ramah ekosistem.
Camat Baturiti, Sayu Made Parwati, menyatakan bahwa bantuan infrastruktur tersebut sangat relevan dengan kebutuhan mendesak warga dalam menjaga ketersediaan air untuk aktivitas domestik dan lahan pertanian.
Perbekel Desa Bangli, I Made Adiasa, menilai program hasil kerja sama dengan Kelompok Tani Hutan (KTH) Wana Kerta Lestari ini memberikan solusi jangka panjang bagi tantangan akses air bersih di desanya.