Petugas Bea Cukai Arab Saudi dan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) memeriksa serta menyita sejumlah barang bawaan tidak biasa milik jemaah haji Indonesia di Bandara King Abdul Aziz, Jeddah, pada Sabtu (16/5/2026).
Pemeriksaan ketat tersebut dilakukan setelah mesin x-ray mendeteksi muatan koper yang mencurigakan dan melebihi batas regulasi, seperti dilansir dari Kompas.com. Berbagai barang unik yang ditemukan petugas meliputi lima kilogram tempe orek, minyak zaitun berselimut lakban, cobek, hingga seratus slop rokok.
Tim Bagasi Bandara Jeddah Muhammad Riza Fahlevi menjelaskan bahwa pihak keamanan bandara awalnya mencurigai isi koper jemaah asal embarkasi Palembang karena memuat barang tidak dikenal dalam jumlah besar pada Senin (11/5/2026).
"Ternyata ada tempe orek berkilo-kilogram, kami lalu menjelaskan pada petugasnya bahwa itu makanan," kata Muhammad Riza Fahlevi, Tim Bagasi Bandara Jeddah.
Riza menambahkan bahwa kecurigaan petugas x-ray juga dipicu oleh kemasan minyak zaitun milik jemaah yang dilapisi lakban secara berlebihan sehingga pemeriksaan fisik harus dilakukan.
"Kemasan itu yang membuat petugas XRay curiga dan meminta pembongkaran," ujar Muhammad Riza Fahlevi, Tim Bagasi Bandara Jeddah.
Sementara itu, penemuan seratus slop rokok di dalam koper jemaah pada Sabtu (16/5/2026) langsung ditangani oleh otoritas setempat yang berwenang. Kepala Daerah Kerja (Daker) Bandara PPIH Arab Saudi Abdul Basir mengonfirmasi bahwa mayoritas barang tersebut kini telah diamankan.
"Untuk rokok-rokok yang didapatkan di dalam koper itu sudah disita oleh pihak Bea Cukai Arab Saudi, dan masalah sudah selesai," kata Abdul Basir, Kepala Daker Bandara PPIH Arab Saudi.
Abdul menyatakan bahwa pemerintah Arab Saudi sebenarnya tidak melarang jemaah membawa rokok, namun prosedur masuknya barang tetap dibatasi demi mencegah masuknya barang ilegal tanpa izin resmi.
"Tadi malam koper jemaah yang dibuka itu sudah diserahkan kembali kepada jemaahnya, dan jemaah masih tetap diberikan haknya untuk boleh membawa rokok dalam batas maksimal dua slop," kata Abdul Basir, Kepala Daker Bandara PPIH Arab Saudi.
Kejadian serupa juga ditemukan oleh PPIH Embarkasi Haji Solo, Jawa Tengah, pada Rabu (22/4/2026). Petugas mendapati adanya cobek, ulekan, cabai, serta merica di dalam koper calon jemaah haji wanita asal kloter pertama Kabupaten Tegal.
"Kemarin yang sempat kita ketemukan itu di kloter awal itu ada cobek. Mungkin dia bawa itu kangen masakannya di sana tidak sesuai mau bikin sambel di sana. Bisa jadi seperti itu. Termasuk ulekan dan beberapa bahan pangan seperti lombok atau merica," kata David Fajar Saputra, Wakil Kepala Bidang Perbekalan PPIH Embarkasi Solo.
Terkait banyaknya temuan ini, Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak sebelumnya telah mengeluarkan imbauan resmi pada 20 April 2026 agar para jemaah tidak membawa rokok dalam jumlah besar untuk tujuan komersial.
"Jangan bawa rokok, itu ilegal, karena banyak jemaah yang bawa rokok banyak-banyak berpak-pak dengan maksud jualan. Jadi tidak boleh ada bawa rokok, atau barang-barang yang mau dijual dan sebagainya," kata Dahnil Anzar Simanjuntak, Wakil Menteri Haji dan Umrah.
Dahnil mengingatkan para jemaah untuk membawa pakaian serta logistik secukupnya saja, termasuk membatasi membawa uang tunai berlebih karena sistem transaksi di Arab Saudi sudah terintegrasi secara digital.
"Jadi pastikan bahwa pakaian, kemudian konsumsi secukupnya segala macam. Kemudian jangan bawa uang berlebihan, uang cash. Karena di sana kan banyak ATM yang bisa digunakan, dan transaksi online juga masih bisa digunakan di Tanah Haram," kata Dahnil Anzar Simanjuntak, Wakil Menteri Haji dan Umrah.