Petugas Petakan Jemaah Haji Bengkulu untuk Skema Murur dan Safari Wukuf

Petugas Petakan Jemaah Haji Bengkulu untuk Skema Murur dan Safari Wukuf
Foto: Ilustrasi Petugas Petakan Jemaah Haji Bengkulu untuk Skema Murur dan Safari Wukuf.

Tenaga Kesehatan Haji Kloter (TKHK) Provinsi Bengkulu mulai melakukan pemetaan terhadap jemaah calon haji yang akan mengikuti skema Murur maupun diusulkan untuk Safari Wukuf. Langkah antisipasi ini dipersiapkan menjelang fase puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).

Upaya tersebut menjadi bagian dari mitigasi risiko kesehatan bagi jemaah, terutama yang memiliki kondisi kesehatan berisiko tinggi (risti). Seperti dikutip dari Cahaya, pemetaan ini dilakukan bersama petugas kloter dan pembimbing ibadah guna mencegah terjadinya kegawatdaruratan di tengah cuaca panas ekstrem di Arab Saudi.

"TKHK bersama ketua kloter dan pembimbing ibadah melakukan pemetaan dan penentuan yang diusulkan untuk fase Armuzna untuk pencegahan kegawatdaruratan,ÔÇØ kata Penanggung Jawab Program Kesehatan Haji Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Bengkulu Kurniawan Arianto Abdul Gani di Bengkulu, Jumat (22/5/2026).

Kurniawan menjelaskan bahwa pemetaan dilakukan agar jemaah dapat menjalani seluruh rangkaian ibadah puncak haji dengan aman dan sesuai dengan kapasitas fisik masing-masing.

Berdasarkan data terkini, seluruh jemaah calon haji asal Bengkulu yang tergabung dalam Kloter PDG 02, PDG 03, PDG 04, dan PDG 05 sudah tiba di Makkah. Saat ini mereka menempati Kompleks Hotel Al Hidayah dan telah menyelesaikan ibadah umroh wajib.

Menjelang pelaksanaan puncak haji di Armuzna yang dijadwalkan mulai 25 Mei 2026, petugas kesehatan terus memperkuat edukasi. Langkah ini penting untuk menghindarkan jemaah dari bahaya dehidrasi dan gangguan kesehatan akibat cuaca ekstrem.

Petugas mengimbau jemaah untuk rutin mengonsumsi satu bungkus oralit setiap hari, minum air putih minimal 200 cc setiap jam, serta selalu menggunakan alat pelindung diri saat beraktivitas di luar hotel.

Hingga Jumat, tercatat ada 697 layanan kesehatan yang diberikan kepada jemaah, sehingga total akumulasi sejak awal operasional haji mencapai 2.951 layanan. Sementara itu, visitasi terhadap jemaah prioritas risti telah menyasar 164 orang dengan total akumulasi 3.553 kunjungan.

Menurut Kurniawan, jenis penyakit yang paling banyak ditangani oleh petugas meliputi Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), hipertensi, febris, diabetes melitus, dispepsia, myalgia, dan faringitis.

Tiga Jemaah Dirawat di RSAS

Mengenai rujukan kesehatan, terdapat satu calon haji asal Kota Bengkulu yang harus dilarikan ke Rumah Sakit Arab Saudi (RSAS). Tambahan ini membuat jumlah jemaah Bengkulu yang masih menjalani perawatan di RSAS menjadi tiga orang. Secara total, ada 23 jemaah yang sempat dirujuk ke rumah sakit setempat sejak awal kedatangan.

Secara keseluruhan, jumlah jemaah calon haji asal Bengkulu yang berada di Arab Saudi mencapai 1.344 orang. Sebanyak 1.343 jemaah saat ini berada di Makkah, sedangkan satu jemaah dilaporkan meninggal dunia pada 29 April 2026 di Madinah.

Pelayanan medis oleh TKHK Bengkulu dipastikan tetap bersiaga selama 24 jam penuh demi mengawal dan mendukung kelancaran ibadah seluruh jemaah di Tanah Suci.

Artikel terkait

Rekomendasi