Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) asal Yogyakarta, Ardhi Wahdan, menyiapkan sepuluh pasang sandal jepit untuk mengantisipasi kebutuhan jemaah yang kehilangan alas kaki di Arab Saudi menjelang keberangkatan pada Selasa (14/4/2026). Langkah ini merupakan bagian dari persiapan teknis dan fisik guna memberikan pelayanan maksimal kepada jemaah haji Indonesia.
Persiapan tersebut dilakukan mengingat aktivitas ibadah di Tanah Suci didominasi oleh kegiatan berjalan kaki antar lokasi. Berdasarkan informasi yang dilansir dari Cahaya, persediaan sandal merek Swallow tersebut dipersiapkan secara khusus untuk dibagikan secara gratis kepada jemaah yang membutuhkan.
"Ini saya bawa sekitar 10 (pasang) sandal jepit. Bukan untuk dipakai sendiri, tapi jaga-jaga dibagikan ke jemaah kalau ada yang butuh," ujarnya Selasa (14/4/2026), Ardhi Wahdan, Petugas Haji.
Selain perlengkapan materi, Ardhi juga menekankan pentingnya stamina melalui program latihan fisik yang telah dijalani sejak awal tahun. Program ini mencakup kewajiban berjalan kaki minimal 12.000 langkah atau sekitar 8 hingga 9 kilometer setiap harinya selama masa pendidikan dan pelatihan petugas.
"Jadi, kami masih dipantau sama instrukturnya. Ini supaya jadi kebiasaan, karena di tanah suci butuh fisik prima, kemana-mana jalan kaki," tandas Ardhi Wahdan, Petugas Haji.
Pria berusia 40 tahun ini memberikan perhatian khusus kepada kelompok jemaah lanjut usia yang mendominasi kuota tahun ini. Ia berkomitmen memberikan pendampingan penuh mengingat perjuangan panjang para jemaah untuk dapat menunaikan rukun Islam kelima tersebut.
"Mereka sudah antri puluhan tahun untuk bisa naik haji. Menyisihkan harta terbaik dan niat tulus untuk ibadah di tanah suci. Perugas harus benar-benar bisa melayani," tutur Ardhi Wahdan, Petugas Haji.
Rangkaian pemberangkatan calon jemaah haji dari embarkasi Yogyakarta dijadwalkan akan dimulai secara bertahap pada 22 April 2026 mendatang.