Petugas otoritas Bandara Internasional Mohammad Bin Abdul Aziz (AMMA) Madinah melakukan pembongkaran terhadap koper milik seorang jemaah haji asal Indonesia pada Senin (27/4/2026). Tindakan ini diambil setelah pemindaian alat X-Ray menunjukkan adanya barang mencurigakan di dalam koper tersebut.
Hasil pemeriksaan manual menunjukkan bahwa jemaah dari embarkasi Surabaya tersebut membawa bumbu tradisional petis dalam jumlah yang signifikan, sebagaimana dilansir dari Cahaya. Temuan ini sempat memicu kecurigaan pihak keamanan bandara sebelum akhirnya diklarifikasi oleh petugas terkait.
Kepala Daerah Kerja (Kadaker) Bandara, Abdul Basir, memberikan penjelasan mengenai insiden unik yang melibatkan jemaah haji gelombang pertama tersebut di lokasi kejadian.
"Kondisi hari ini agak unik ya. Ada satu jemaah yang kopernya terpaksa dibongkar oleh petugas X-ray karena kedapatan membawa petis dalam jumlah yang banyak," katanya saat ditemui di Bandara Madinah, Senin (27/4/2026).
Menurut Abdul Basir, kecurigaan muncul karena kemasan petis yang dibawa dinilai tidak biasa oleh otoritas keamanan penerbangan di Arab Saudi.
"Dikemas dalam kemasan yang menurut mereka (petugas) mungkin terlalu mencurigakan," ujar Abdul Basir.
Identifikasi melalui mesin pemindai memicu citra yang ambigu akibat kepadatan bahan organik petis yang dibungkus secara berlapis-lapis. Namun, setelah mendapatkan penjelasan dari pihak penyelenggara haji Indonesia, barang tersebut diizinkan untuk dibawa kembali.
"Karena petis kategori makanan biasa, kategori makanan tradisional, oleh petugas X-ray diberikan (dikembalikan) setelah ada penjelasan dari kita," paparnya.
Data kedatangan menunjukkan arus jemaah haji ke Madinah masih terus berlangsung dengan volume yang tinggi. Hingga Senin siang, dilaporkan terdapat 34.652 jemaah yang terbagi dalam 89 kelompok terbang (kloter) telah mendarat.
Seluruh jemaah haji gelombang pertama ini dijadwalkan menetap di Madinah selama sembilan hari. Setelah masa tersebut berakhir, mereka akan diberangkatkan menuju Mekah untuk melaksanakan rangkaian puncak ibadah haji.