Petugas Bandara Internasional King Abdul Aziz di Jeddah menyita sebanyak 100 slop rokok yang disembunyikan di dalam koper seorang jemaah haji asal Indonesia pada Sabtu, 16 Mei 2026 dini hari, dilansir dari Nasional.
Penyitaan tersebut dilakukan oleh pihak Bea Cukai setempat setelah pemindai x-ray mendeteksi adanya barang mencurigakan, yang kemudian ditindaklanjuti dengan pembongkaran paksa terhadap koper milik jemaah yang bersangkutan.
Kepala Daerah Kerja Bandara PPIH Arab Saudi, Abdul Basir, memberikan penjelasan mengenai penanganan insiden pembongkaran koper jemaah haji Indonesia oleh petugas bandara di Jeddah tersebut.
"Ya, salah satu kejadian yang menonjol tadi malam, dini hari, ada koper jemaah kita yang dibongkar oleh petugas X-ray di Custom karena ditemukan ada barang-barang yang terlarang," ungkap Kepala Daerah Kerja (Daker) Bandara PPIH Arab Saudi Abdul Basir di Jeddah, Minggu (17/5/2026).
Menurut keterangan Abdul Basir, regulasi di Arab Saudi sebenarnya tidak melarang total membawa rokok, melainkan menerapkan pembatasan kuota yang ketat bagi setiap individu.
Pihak otoritas bandara akhirnya mengembalikan koper tersebut kepada pemiliknya setelah memilah jumlah barang yang diperbolehkan untuk dibawa masuk.
"Tadi malam koper jemaah yang dibuka itu sudah diserahkan kembali kepada jemaahnya, dan jemaah masih tetap diberikan haknya untuk boleh membawa rokok dalam batas maksimal dua slop," kata Abdul Basir.
Sisa rokok yang melebihi batas ketentuan tersebut sepenuhnya diambil alih oleh pihak berwenang dan proses hukum di tempat dinyatakan telah selesai.
"Untuk rokok-rokok yang didapatkan di dalam koper itu sudah disita oleh pihak Bea Cukai Arab Saudi, dan masalah sudah selesai," tegasnya.
Berdasarkan catatan rekam medis atau kejadian sebelumnya, Abdul Basir menambahkan bahwa penyitaan barang bawaan jemaah Indonesia seperti lima kilogram tempe orek dan puluhan renceng bumbu dapur juga pernah terjadi.
Merespons kejadian ini, PPIH Arab Saudi mengevaluasi prosedur pemeriksaan di embarkasi asal dan memberikan peringatan keras kepada jemaah gelombang dua, di mana hingga Minggu sudah 190 kloter tiba di Jeddah untuk bersiap menuju Mekkah demi melaksanakan wukuf pada 26 Mei 2026.