Pesawat Jemaah Haji Kloter SUB 16 Mendarat Darurat di Kualanamu

Pesawat Jemaah Haji Kloter SUB 16 Mendarat Darurat di Kualanamu
Foto: Ilustrasi Pesawat Jemaah Haji Kloter SUB 16 Mendarat Darurat di Kualanamu.

Penerbangan jemaah haji kelompok terbang (kloter) SUB 16 rute Surabaya menuju Madinah dilaporkan sempat mengalami situasi darurat. Pesawat yang dioperasikan oleh maskapai Saudia Airlines ini harus melakukan pendaratan darurat di Bandara Internasional Kualanamu, Deli Serdang.

Langkah evakuasi teknis ini diambil oleh awak pesawat setelah ditemukan adanya gangguan pada sistem navigasi atau mesin di tengah perjalanan. Dilansir dari Detikcom, pendaratan di Kualanamu dilakukan demi menjamin keselamatan seluruh penumpang dan kru penerbangan.

Berdasarkan data operasional, pesawat dengan nomor penerbangan SV-5323 tersebut seharusnya dijadwalkan tiba di Bandara Internasional Pangeran Mohammad bin Abdulaziz pada Minggu, 26 April 2026, pukul 16.05 waktu Arab Saudi (WAS).

Meskipun situasi di kabin sempat diwarnai ketegangan, pihak Saudia Airlines memastikan bahwa seluruh prosedur keamanan telah dijalankan sesuai standar global. Selama proses perbaikan armada atau penantian pesawat pengganti di Medan, maskapai memberikan layanan akomodasi.

Para jemaah mendapatkan fasilitas penginapan serta konsumsi yang layak sebagai bentuk tanggung jawab perusahaan atas keterlambatan jadwal penerbangan tersebut. Pihak maskapai menegaskan bahwa aspek keamanan jemaah adalah prioritas utama di atas jadwal ketibaan.

Setelah kendala teknis teratasi, rombongan jemaah haji akhirnya melanjutkan perjalanan menuju Tanah Suci. Seluruh anggota kloter SUB 16 dilaporkan telah mendarat dengan selamat di Madinah pada Selasa, 28 April 2026, pukul 04.22 WAS.

Kondisi Jemaah di Madinah

Kepala Daerah Kerja (Kadaker) Bandara, Abdul Basir, memberikan keterangan resmi mengenai status terkini para tamu Allah tersebut pasca insiden pendaratan darurat.

"Seluruh jemaah dengan jumlah 380 orang dalam kondisi sehat dan sudah menuju hotel di Madinah menggunakan sembilan bus," ungkap Abdul Basir.

Proses pemindahan jemaah dari area bandara menuju pemondokan terpantau berjalan lancar tanpa hambatan berarti. Bus terakhir yang mengangkut rombongan tersebut tercatat diberangkatkan dari bandara pada pukul 05.35 WAS.

Sebagai bentuk perhatian tambahan, maskapai Saudia Airlines juga memberikan suvenir kepada para jemaah kloter tersebut. Saat ini, 380 jemaah haji asal Surabaya ini telah menempati Hotel Assaafa Golden yang berada di wilayah Sektor 3 Madinah.

Petugas kesehatan dan tim lapangan yang bersiaga di lokasi memastikan tidak ada laporan mengenai jemaah yang jatuh sakit akibat insiden teknis di udara tersebut. Peristiwa ini menjadi bukti kesiapsiagaan sistem penerbangan dalam menangani kondisi darurat selama musim haji 2026.

Artikel terkait

Rekomendasi