PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA) melaporkan ekspansi masif pada unit bisnis kendaraan listrik Electrum dengan peningkatan jumlah armada mencapai 9.082 unit hingga Maret 2026. Pertumbuhan ini melonjak tajam dibandingkan periode Maret 2025 yang tercatat sebanyak 5.100 unit.
Dilansir dari Detik Finance, Electrum merupakan entitas hasil kolaborasi strategis antara TBS Energi dengan PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO). Selain penambahan unit, sektor ini juga mencatatkan pertumbuhan pendapatan dari aktivitas penjualan serta penyewaan kendaraan.
Senior Vice President (SVP) of Corporate Strategy & Investor Relations TBS Energi, Nafi Achmad Sentausa memaparkan detail capaian tersebut dalam konferensi pers di Treasury Tower, Jakarta, pada Kamis (30/4/2026). Ia menyebut perkembangan bisnis tersebut menunjukkan tren yang konsisten.
"Perkembangan bisnis EV kita terus membukukan perkembangan yang sangat postif. Di periode yang sama tahun lalu jumlah kendaraan yang kita miliki di jalan itu kurang lebih sekitar 5.000, per kuartal I 2026 itu di 9.082," jelas Nafi Achmad Sentausa, SVP of Corporate Strategy & Investor Relations TBS Energi.
Peningkatan operasional ini berdampak langsung pada performa keuangan perusahaan, di mana pendapatan Electrum tumbuh sekitar 137,82 persen. Nilai pendapatan meningkat dari US$ 1,3 juta menjadi US$ 3,2 juta, atau melonjak hampir 2,5 kali lipat.
Ekspansi bisnis tersebut juga didukung oleh penguatan infrastruktur berupa Battery Swapping Stations (BSS) yang kini berjumlah 426 unit di berbagai titik. Angka ini mengalami kenaikan sebesar 37 persen dibandingkan ketersediaan tahun lalu yang hanya 310 unit.
"Dan ini terlihat kenaikan both reveneu dan penurunan kerugian dari segi EBITDA untuk EV semakin kecil kerugiannya, revenue semakin emningkat secara signifikan," tutur Nafi Achmad Sentausa.
Pihak manajemen optimis bahwa adopsi kendaraan listrik akan terus meluas di tengah masyarakat. Faktor makroekonomi dan fluktuasi harga energi fosil dipandang sebagai pendorong utama minat konsumen beralih ke transportasi bertenaga baterai.
"Dari segi growth opportunity-nya untuk EV, kita melihat dengan kondisi makro yang terjadi sekarang, kenaikan harga BBM dan lain-lain, tentunya itu kita melihat menjadi additional positive catalyst terkait dengan pengembangan dan pertumbuhan bisnis kendaraan listrik yang kami miliki lewat Electrum," tutup Nafi Achmad Sentausa.