Pertamina Patra Niaga Bantah Pengurangan Pasokan Pertalite di Daerah

Pertamina Patra Niaga Bantah Pengurangan Pasokan Pertalite di Daerah
Foto: Ilustrasi Pertamina Patra Niaga Bantah Pengurangan Pasokan Pertalite di Daerah.

PT Pertamina Patra Niaga membantah adanya pemotongan distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite di sejumlah wilayah pada Jumat (15/5/2026). Dilansir dari Kontan, pihak perusahaan menegaskan bahwa keterbatasan stok di lapangan dipicu oleh faktor cuaca buruk dan indikasi praktik penimbunan oleh oknum tertentu.

Hambatan akibat cuaca buruk salah satunya terjadi di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT). Cuaca yang tidak menentu tersebut menjadi kendala utama yang menghambat kelancaran proses pengiriman pasokan ke stasiun pengisian.

"Kalau daerah NTT memang terkendala faktor cuaca dan keterlambatan diakibatkan force majeure seperti cuaca yang lumayan nggak terprediksi. Delay, tapi setelahnya barang tetap ada," kata Roberth M.V. Dumatubun, Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga.

Masalah lain juga muncul di beberapa daerah berupa antrean panjang masyarakat di SPBU akibat kelangkaan Pertalite. Kondisi ini diperparah oleh adanya aksi penimbunan yang membuat harga Pertalite eceran melonjak tinggi di atas harga resmi pemerintah.

Guna mengatasi penyelewengan tersebut, Pertamina Patra Niaga mengintensifkan koordinasi dengan aparat kepolisian dan pemerintah daerah demi melakukan penindakan hukum serta memberikan edukasi kepada masyarakat.

"Langkah kepolisian menindak tegas serta Pemda yang mensosialisasikan gerakan hemat energi dan mengimbau agar tidak menjadi oknum penyelewengan sangat kami apresiasi," ujar Roberth.

Manajemen Pertamina kembali menegaskan bahwa stok BBM subsidi ini masih berada dalam level aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Isu mengenai penghentian distribusi dipastikan tidak berdasar.

"Adanya info yang beredar bahwa Pertalite dikurangi atau dihentikan adalah tidak benar," kata Roberth.

Kondisi keamanan stok energi ini juga diperkuat oleh pernyataan dari pihak kementerian terkait pada Rabu (13/5/2026). Tingginya volume kendaraan di jalan raya dinilai menjadi indikator nyata bahwa ketersediaan BBM di dalam negeri masih berjalan dengan baik.

"Setiap hari macet di jalan, tapi di negara lain ada yang sudah jalan kaki. Artinya di kita masih cukup cadangan. Masih tersedia baik itu untuk BBM bensin, solar maupun LPG," kata Laode Sulaeman, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral.

Sebagai langkah strategis jangka panjang, pemerintah bersama Pertamina telah memperluas jaringan pengadaan minyak mentah (crude). Langkah pengamanan pasokan ini dilakukan dengan mendatangkan minyak dari negara-negara di luar wilayah Selat Hormuz.

"Sudah ada yang terealisasi, sudah jalan," kata Laode mengenai realisasi impor minyak mentah dari Nigeria tersebut.

Artikel terkait

Rekomendasi