Persaingan gelar juara Super League 2025/2026 dipastikan akan berlangsung sengit hingga pekan terakhir. Situasi ini terjadi setelah Persijap Jepara berkomitmen penuh untuk menggagalkan ambisi Persib Bandung dalam merengkuh trofi musim ini.
Seperti dikutip dari Suara, Persib Bandung kini berada di bawah tekanan besar karena harus melakoni laga krusial penentu juara. Pertandingan tersebut dijadwalkan berlangsung di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) pada Sabtu, 23 Mei 2026.
Meskipun datang sebagai tim promosi, Persijap Jepara mulai menarik perhatian sebagai kontestan yang berpotensi mengacaukan persaingan di papan atas klasemen. Laskar Kalinyamat sebelumnya berhasil membuktikan kualitas mereka dengan menahan imbang Borneo FC Samarinda tanpa gol pada pekan lalu.
Borneo FC sendiri merupakan kompetitor terdekat Persib Bandung dalam perebutan takhta juara musim ini. Hasil imbang tersebut menjadi indikator kuat bahwa Persijap Jepara tidak dapat dipandang sebelah mata oleh tim tuan rumah.
Klub asal Jepara ini terbukti mampu meredam daya serang lini depan tim kandidat juara melalui organisasi pertahanan yang solid dan kedisiplinan tinggi. Sebagai satu-satunya tim yang mewakili wilayah kabupaten di Super League musim ini, Persijap Jepara menjelma menjadi tim underdog yang disegani.
Grafik performa Persijap Jepara dalam beberapa laga pamungkas juga menunjukkan tren positif. Kombinasi kerja keras kolektif, disiplin taktik, serta dukungan suporter membuat tim ini tampil percaya diri saat menghadapi tim-tim besar, walaupun tidak dihuni deretan pemain bintang.
Saat ini, Persijap Jepara masih tertahan di peringkat ke-13 klasemen sementara dengan mengoleksi 35 poin.
Pelatih Persijap Jepara, Mario Lemos, menegaskan bahwa pasukannya tetap memiliki motivasi melimpah untuk memberikan perlawanan terbaik. Hal ini disampaikan meski hasil pertandingan nanti akan sangat memengaruhi peta persaingan juara musim ini.
"Kami tahu pertandingan ini sangat penting bagi perebutan gelar juara," kata Mario Lemos.
"Tapi fokus kami tetap sama, yaitu bermain dengan disiplin, menunjukkan karakter tim, dan memberikan perlawanan terbaik. Persijap datang tanpa tekanan, namun dengan motivasi besar untuk menutup musim dengan hasil positif," tutur Mario Lemos.
Ketangguhan lini belakang menjadi kekuatan utama Persijap Jepara sepanjang musim ini. Ketika menghadapi Borneo FC, koordinasi permainan mereka di area pertahanan terlihat sangat rapi dalam mengantisipasi serangan.
Gempuran bertubi-tubi dari pihak lawan berhasil dihalau dengan baik, termasuk lewat performa impresif penjaga gawang Muhammad Ardiansyah. Di samping pertahanan yang kokoh, Persijap Jepara juga menyimpan potensi ancaman melalui skema serangan balik yang cepat.
Keberadaan Carlos Franca dan Sudi Abdallah di lini depan membuat daya gedor Laskar Kalinyamat semakin berbahaya saat keluar dari tekanan. Kondisi ini menjadi sinyal waspada bagi Persib Bandung yang akan bertindak sebagai tuan rumah di Stadion GBLA.