Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Daerah Kerja Makkah menyiapkan 177 hotel untuk menyambut kedatangan jemaah haji Indonesia pada musim haji 1447 H/2026. Kepala PPIH Daker Makkah, Ihsan Faisal, menyatakan pada Sabtu (25/4/2026) bahwa fasilitas penginapan tersebut tersebar di sepuluh sektor untuk menampung seluruh jemaah.
Ratusan akomodasi tersebut berlokasi di lima wilayah strategis, yakni Syisyah, Raudhah, Misfalah, Jarwal, dan Aziziyah. Dilansir dari Detikcom, pembagian sektor dilakukan untuk mempermudah koordinasi jemaah yang berasal dari berbagai embarkasi di tanah air.
"Di Makkah ini ada 10 sektor, masing-masing (sektor) mewilayahi ataupun menaungi berbagai jemaah dari berbagai embarkasi," sebut Ihsan di Kantor Daker Makkah kepada detikcom, Sabtu (25/4/).
Data teknis menunjukkan Sektor 1 di wilayah Syisyah menjadi area dengan jumlah hotel terbanyak mencapai 32 unit. Sementara itu, Sektor 10 di kawasan Aziziyah memiliki satu hotel dengan daya tampung terbesar yang mampu mengakomodasi lebih dari 21 ribu jemaah sekaligus.
| Sektor | Lokasi Wilayah | Jumlah Hotel |
|---|---|---|
| Sektor 1 | Syisyah | 32 Hotel |
| Sektor 2 | Syisyah | 22 Hotel |
| Sektor 3 | Syisyah & Raudhah | 19 Hotel |
| Sektor 4 | Syisyah & Raudhah | 23 Hotel |
| Sektor 5 | Raudhah | 18 Hotel |
| Sektor 6 | Jarwal | 13 Hotel |
| Sektor 7, 8, 9 | Misfalah | Tersebar |
| Sektor 10 | Aziziyah | 1 Hotel (Kapasitas Terbesar) |
Manajemen PPIH menerapkan sistem kodifikasi khusus pada setiap bangunan untuk membantu mobilitas jemaah. Ihsan menjelaskan bahwa angka pertama pada kode hotel merujuk pada identitas sektor, sedangkan angka berikutnya menunjukkan urutan bangunan dalam sektor tersebut.
"Di Makkah ini ada 10 sektor, masing-masing (sektor) mewilayahi ataupun menaungi berbagai jemaah dari berbagai embarkasi," sebut Ihsan di Kantor Daker Makkah kepada detikcom, Sabtu (25/4/).
Total kuota haji Indonesia tahun ini mencapai 221.000 orang yang terbagi atas 203.320 jemaah reguler dan 17.680 jemaah khusus. Operasional penerbangan dikelola oleh maskapai Garuda Indonesia dan Saudia Airlines dengan total 525 kelompok terbang.
Jemaah gelombang pertama dijadwalkan tiba di Makkah dari Madinah mulai 1 Mei 2026. Sedangkan jemaah gelombang kedua yang terbang langsung dari Indonesia menuju Jeddah akan mulai memasuki Kota Makkah pada 7 Mei 2026.