Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) 2026 Arab Saudi menyiapkan 177 hotel di Makkah untuk menyambut kedatangan jemaah haji Indonesia pada musim haji 1447 H/2026. Penyiapan akomodasi ini dilakukan untuk menampung total kuota 221.000 jemaah yang mulai memasuki kota Makkah secara bertahap pada Mei 2026.
Lokasi penginapan tersebut tersebar di lima wilayah strategis, yakni Syisyah, Raudhah, Misfalah, Jarwal, dan Aziziyah. Pengorganisasian hunian ini dibagi menjadi sepuluh sektor berdasarkan zonasi wilayah guna mempermudah koordinasi pelayanan bagi seluruh jemaah dari berbagai embarkasi, sebagaimana dilansir dari Detik Travel.
Kepala PPIH 2026 Daerah Kerja (Daker) Makkah, Ihsan Faisal, menjelaskan pembagian sektor dilakukan secara sistematis untuk menaungi jemaah. Sektor 1 dan 2 berada di Syisyah, sementara Sektor 4 dan 5 di Raudhah, Sektor 6 di Jarwal, Sektor 7 hingga 9 di Misfalah, serta Sektor 10 di Aziziyah.
"Di Makkah ini ada 10 sektor, masing-masing (sektor) mewilayahi ataupun menaungi berbagai jemaah dari berbagai embarkasi," sebut Ihsan Faisal, Kepala PPIH 2026 Daker Makkah.
Distribusi jumlah hotel di setiap sektor bervariasi dengan Sektor 1 di Syisyah menjadi yang terbanyak dengan 32 unit hotel. Adapun Sektor 10 di Aziziyah tercatat memiliki satu bangunan hotel dengan daya tampung paling besar yang mampu menampung lebih dari 21 ribu orang jemaah.
Untuk memudahkan identifikasi lokasi oleh jemaah, pengelola menerapkan sistem penomoran khusus pada setiap gedung. Digit pertama pada nomor hotel merujuk pada kode sektor, sementara angka berikutnya menunjukkan urutan bangunan dalam sektor tersebut.
Fasilitas yang disediakan mencakup standar hotel berbintang, seperti pada Hotel Emaar Al Taqwa di Syisyah yang berkapasitas 2.646 jemaah. Hotel tersebut dilengkapi 15 lantai, area lobi luas, posko petugas haji, kursi roda gratis bagi lansia, serta akses dekat menuju halte bus Shalawat.
Setiap kamar jemaah dipastikan memiliki pendingin ruangan (AC), kamar mandi dalam dengan pemanas air, lemari, serta kulkas. Selain itu, tersedia fasilitas penunjang seperti ruang makan komunal, masjid di dalam hotel, dan area mencuci pakaian dengan belasan unit mesin cuci.
Pemberangkatan jemaah haji Indonesia dilakukan dalam dua gelombang utama menggunakan maskapai Garuda Indonesia dan Saudia Airlines. Gelombang pertama menuju Madinah dimulai pada 22 April hingga 6 Mei 2026, sedangkan gelombang kedua yang langsung menuju Jeddah dijadwalkan pada 7 hingga 21 Mei 2026.