Persiapan HLUN 2026, Kemensos Dorong NTT Jadi Provinsi Ramah Lansia Terbaru

Persiapan HLUN 2026, Kemensos Dorong NTT Jadi Provinsi Ramah Lansia Terbaru
Foto: Persiapan HLUN 2026, Kemensos Dorong NTT Jadi Provinsi Ramah Lansia Terbaru. (Illustration by Pexels)

Kementerian Sosial (Kemensos) tengah mendorong Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk bertransformasi menjadi provinsi yang ramah terhadap lanjut usia (lansia). Langkah ini diwujudkan melalui kolaborasi berbagai program layanan terpadu dalam rangka menyambut Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) 2026.

Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial Kemensos, Supomo, menyatakan bahwa kehadiran para lansia dalam peringatan HLUN 2026 di Kupang menjadi bukti kesiapan NTT. Menurutnya, antusiasme para lansia menunjukkan komitmen daerah tersebut untuk memberikan ruang yang lebih baik bagi mereka.

Kolaborasi Layanan Terpadu di 22 Wilayah

Pemerintah pusat dan Pemprov NTT bekerja sama menghadirkan berbagai layanan penting bagi lansia di 22 kabupaten dan kota. Layanan ini mencakup sektor kesehatan, penyediaan alat bantu, hingga pendampingan sosial secara menyeluruh.

Salah satu aksi nyata yang telah dilakukan adalah operasi katarak bagi sekitar 560 lansia di RSUD Naibonat, Kabupaten Kupang. Selain itu, pemerintah fokus mempermudah aksesibilitas dengan memberikan berbagai alat pendukung bagi lansia yang membutuhkan.

Daftar layanan sosial yang disediakan pemerintah bagi para lansia :

  • Penyediaan alat bantu dengar dan bantuan aksesibilitas fisik.
  • Pemberdayaan ekonomi melalui pelatihan kewirausahaan bagi lansia yang masih produktif.
  • Penerbitan dokumen kependudukan seperti KTP dan Kartu Keluarga (KK).
  • Layanan perawatan rumah atau home care bagi lansia yang tinggal sendirian.

Layanan dokumen kependudukan sangat penting untuk memastikan data para lansia tercatat secara akurat dalam sistem bantuan sosial. Sementara itu, program kewirausahaan bertujuan agar mereka tetap mandiri secara finansial di masa tua.

Membangun Kepedulian dari Lingkungan Terdekat

Supomo juga menekankan bahwa peran keluarga sangat vital dalam memberikan lingkungan yang hangat bagi para lansia. Ia mengingatkan bahwa dukungan emosional dari orang terdekat merupakan fondasi utama kesejahteraan mereka.

Untuk menumbuhkan rasa peduli sejak dini, Kemensos menginisiasi program edukasi di sekolah-sekolah melalui Pekerja Sosial (Peksos) dan Taruna Siaga Bencana (Tagana). Program ini diharapkan mampu menginspirasi generasi muda untuk lebih menghormati dan menjaga orang tua.

Rangkaian kegiatan utama dalam perayaan puncak HLUN 2026 :

Kategori Kegiatan Bentuk Aktivitas
Kesehatan Cek kesehatan gratis dan donor darah
Kebugaran Jalan sehat dan senam bersama para lansia
Ekonomi & Hiburan Pameran produk karya lansia dan panggung hiburan

Seluruh rangkaian acara ini dirancang untuk memberikan kebahagiaan serta ruang berekspresi bagi para lansia di NTT. Kegiatan ini juga menjadi ajang untuk menunjukkan bahwa usia bukan hambatan untuk tetap aktif.

Semangat Lansia Tangguh di NTT

Wakil Gubernur NTT, Johni Asadoma, menyambut baik terpilihnya NTT sebagai tuan rumah peringatan HLUN 2026 tingkat nasional. Ia menilai tema "Lansia Tangguh, Indonesia Tumbuh" sangat relevan dengan semangat pembangunan daerah saat ini.

Menurut Johni, menjadi tangguh bukan berarti lansia tidak memiliki keterbatasan fisik, melainkan mereka tetap bersemangat dan tidak menyerah pada usia. Pemerintah provinsi berkomitmen memperkuat regulasi dan jaminan sosial untuk terus menyejahterakan mereka.

Penutupan rangkaian acara ini ditandai dengan pelepasan peserta jalan santai di Kupang pada Sabtu pagi. Melalui momentum ini, pemerintah berharap harkat dan martabat lansia semakin dihormati sebagai sosok yang kaya akan pengalaman bagi bangsa.

Artikel terkait

Rekomendasi