Sejumlah perusahaan ritel terkemuka di Korea Selatan mengalihkan fokus pasar mereka dengan membidik wisatawan asal Taiwan yang memiliki daya beli tinggi terhadap produk budaya pop Korea. Langkah strategis ini diambil guna menekan ketergantungan industri belanja setempat pada turis asal China, seperti dilansir dari Detik Travel Senin (18/5/2026).
Lonjakan transaksi dari pelancong Taiwan tercatat cukup signifikan pada awal tahun ini. Lotte Department Store melaporkan bahwa konsumen asal Taiwan memberikan kontribusi sebesar 45 persen dari total penjualan asing di gerai utama mereka yang berlokasi di Busan selama kuartal pertama, yang menandakan kenaikan sebesar 35 persen dibanding periode serupa tahun lalu.
Pihak manajemen Lotte mengonfirmasi tingginya antusiasme yang ditunjukkan oleh para pengunjung dari negara tetangga tersebut saat berbelanja di gerai mereka.
"Pelanggan Taiwan termasuk yang paling antusias dan responsif terhadap K-culture. Mereka menghabiskan waktu lebih lama di toko dan menunjukkan minat belanja yang tinggi," kata perwakilan Lotte, seperti dilansir dari Korea JoongAng Daily, Senin (18/5/2026).
Tren positif ini juga dirasakan oleh kompetitor mereka, Shinsegae Department Store, yang mencatat lonjakan omzet barang mewah untuk pasar Taiwan hingga 16 kali lipat. Berdasarkan data berkala dari Korea Tourism Organization, arus kedatangan pelancong Taiwan tahun lalu mencapai 1,89 juta orang atau naik 28 persen, dan berlanjut pada kuartal pertama tahun ini dengan torehan 540 ribu kunjungan.
Akademisi dari Universitas Hanyang, Kim Nam-jo, menjelaskan bahwa faktor eksternal seperti lonjakan harga bahan bakar minyak turut memengaruhi peralihan destinasi wisata para pelancong muda Asia.
"Pelanggan Taiwan termasuk yang paling antusias dan responsif terhadap K-culture. Mereka menghabiskan waktu lebih lama di toko dan menunjukkan minat belanja yang tinggi," kata perwakilan Lotte, seperti dilansir dari Korea JoongAng Daily, Senin (18/5/2026).
Analisis lain dari pakar pariwisata, Jeong Ran-soo, menunjukkan kecenderungan spesifik dari target pasar baru ini yang lebih menyukai aktivitas belanja di pusat perbelanjaan modern.
"Mereka menjadi kelompok konsumen yang sangat jelas untuk dibidik," kata Jeong Ran-soo.
Guna memaksimalkan potensi ini, pusat perbelanjaan seperti EMart24 dan 7-Eleven mengadopsi sistem pembayaran Line Pay yang populer di Taiwan. Di sisi lain, Hyundai Department Store Group mulai mengekspansi pasar dengan membuka toko pop-up bertema merek Korea langsung di Taiwan.
Direktur Hyundai Department Store, Yang Myeong-seong, menyatakan posisi wisatawan Taiwan kini bergeser menjadi kelompok pengunjung asing terbesar kedua di The Hyundai Seoul.
"Wisatawan Taiwan sangat mengikuti tren Korea. Karena itu kami menghadirkan pengalaman K-beauty dan berbagai konten Korea lainnya di toko dengan jumlah wisatawan asing tinggi," ungkapnya.