BMKG Beri Peringatan Dini Gelombang Tinggi di Perairan Indonesia

BMKG Beri Peringatan Dini Gelombang Tinggi di Perairan Indonesia
Foto: Ilustrasi BMKG Beri Peringatan Dini Gelombang Tinggi di Perairan Indonesia.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menerbitkan peringatan dini mengenai ancaman gelombang tinggi yang melanda berbagai wilayah perairan Indonesia mulai Kamis, 30 April 2026 pukul 07.00 WIB hingga Minggu, 3 Mei 2026 pukul 07.00 WIB akibat pengaruh dinamika atmosfer.

Kewaspadaan ini ditujukan bagi para pelaku aktivitas pelayaran serta masyarakat yang tinggal di kawasan pesisir. Sebagaimana dilansir dari Kompas, kondisi gelombang laut saat ini sangat dipengaruhi oleh pola pergerakan angin di seluruh wilayah Indonesia.

Pergerakan angin di area utara terpantau bertiup dari arah barat laut ke timur laut dengan kecepatan mencapai 2 hingga 20 knot. Sementara itu, di wilayah selatan, angin berembus dari timur menuju tenggara dengan kecepatan lebih tinggi, yakni antara 5 sampai 25 knot.

Pusat kecepatan angin paling signifikan ditemukan berada di Samudra Hindia bagian selatan Jawa serta Laut Arafuru. Kondisi tersebut memicu peningkatan tinggi gelombang yang terbagi dalam dua kategori risiko di berbagai titik koordinat perairan nasional.

Daftar Wilayah Potensi Gelombang Tinggi
Ketinggian GelombangWilayah Perairan
1,25 - 2,5 MeterSelat Malaka bagian utara, Samudra Hindia barat Aceh, Samudra Hindia barat Kepulauan Nias, Samudra Hindia barat Kepulauan Mentawai, Samudra Hindia barat Bengkulu, Laut Maluku, Laut Banda, Laut Seram.
1,25 - 2,5 Meter (Lanjutan)Laut Arafuru (bagian utara, barat, tengah, timur), Samudra Pasifik utara Maluku, Samudra Pasifik utara Papua Barat Daya, Samudra Pasifik utara Papua Barat, Samudra Pasifik utara Papua.
2,5 - 4,0 MeterSamudra Hindia barat Lampung, Samudra Hindia selatan Banten, Samudra Hindia selatan Jawa Barat, Samudra Hindia selatan Jawa Tengah, Samudra Hindia selatan DI Yogyakarta, Samudra Hindia selatan Jawa Timur.
2,5 - 4,0 Meter (Lanjutan)Samudra Hindia selatan Bali, Samudra Hindia selatan Nusa Tenggara Barat (NTB), Samudra Hindia selatan Nusa Tenggara Timur (NTT).

Terdapat klasifikasi risiko keselamatan berdasarkan jenis armada yang melintas di tengah kondisi cuaca tersebut. Perahu milik nelayan menghadapi risiko tinggi jika kecepatan angin menyentuh 15 knot dengan gelombang setinggi 1,25 meter.

Untuk kapal tongkang, bahaya mengintai saat angin berkecepatan 16 knot dan gelombang mencapai 1,5 meter. Sedangkan kapal ferry diwajibkan meningkatkan kewaspadaan apabila angin bertiup hingga 21 knot dengan ketinggian gelombang di atas 2,5 meter.

Pihak BMKG terus mendorong masyarakat, terutama nelayan dan penyedia jasa transportasi laut, untuk memantau pembaruan informasi cuaca maritim secara berkala. Hal ini penting guna meminimalisir kecelakaan laut selama periode peringatan dini berlangsung.

Artikel terkait

Rekomendasi