BMKG Rilis Peringatan Dini Gelombang Tinggi Perairan Indonesia 28 April hingga 1 Mei 2026

BMKG Rilis Peringatan Dini Gelombang Tinggi Perairan Indonesia 28 April hingga 1 Mei 2026
Foto: Ilustrasi BMKG Rilis Peringatan Dini Gelombang Tinggi Perairan Indonesia 28 April hingga 1 Mei 2026.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengumumkan informasi mengenai potensi peningkatan tinggi gelombang laut di berbagai wilayah perairan Indonesia. Prakiraan ini berlaku mulai 28 April 2026 pukul 07.00 WIB hingga 1 Mei 2026 pukul 07.00 WIB.

Dikutip dari Kompas, sejumlah kawasan perairan diprediksi akan mengalami kenaikan tinggi gelombang yang dapat mengganggu aktivitas di laut. Kondisi cuaca maritim tersebut dipicu oleh pola pergerakan angin di wilayah Indonesia.

Pola angin di bagian utara terpantau bergerak dari arah timur laut hingga timur dengan kecepatan antara 4 hingga 20 knot. Sementara itu, di wilayah selatan, angin berembus dari timur menuju tenggara pada kecepatan 5 sampai 25 knot.

Kecepatan angin paling tinggi tercatat berada di kawasan Samudra Hindia barat Lampung, Samudra Hindia selatan NTT, serta Laut Arafuru. BMKG juga merinci daftar wilayah yang berpotensi terdampak gelombang tinggi.

Berdasarkan peringatan dini yang dirilis, gelombang dengan ketinggian antara 1,25 hingga 2,5 meter berpeluang terjadi di Samudra Hindia barat Aceh, Nias, Mentawai, serta Bengkulu. Kondisi serupa juga diprediksi terjadi di Samudra Hindia selatan NTT.

Area lain yang masuk dalam daftar waspada meliputi Laut Maluku dan Samudra Pasifik utara Maluku. Kawasan Papua juga terdampak, tepatnya di Samudra Pasifik utara Papua Barat Daya serta Samudra Pasifik utara Papua.

Kewaspadaan juga diperlukan bagi kapal yang melintasi Laut Arafuru. Wilayah tersebut mencakup bagian barat, tengah, hingga bagian timur Laut Arafuru yang diprediksi mengalami tinggi gelombang dalam rentang yang sama.

Daftar Perairan dengan Gelombang Mencapai 4 Meter

BMKG memberikan perhatian khusus pada perairan yang berpotensi mengalami gelombang lebih tinggi, yakni berkisar antara 2,5 hingga 4,0 meter. Wilayah ini didominasi oleh perairan di sepanjang selatan Indonesia dan Samudra Hindia.

Area yang dimaksud meliputi Samudra Hindia barat Lampung, Samudra Hindia selatan Banten, serta Samudra Hindia selatan Jawa Barat. Gelombang tinggi ini juga mengancam wilayah perairan selatan Jawa Tengah hingga Jawa Timur.

Selain wilayah Jawa, ancaman gelombang mencapai 4 meter diprakirakan terjadi di Samudra Hindia selatan Bali, NTB, dan NTT. Kondisi ini menuntut kewaspadaan ekstra bagi seluruh pengguna transportasi laut di lokasi tersebut.

Imbauan Keselamatan dan Risiko Pelayaran

Menyikapi fenomena alam ini, BMKG merilis panduan keselamatan bagi berbagai jenis armada pelayaran. Perahu nelayan dinilai sangat berisiko apabila menghadapi kecepatan angin di atas 15 knot dengan tinggi gelombang melebihi 1,25 meter.

Untuk operasional kapal tongkang, risiko muncul saat kecepatan angin menyentuh 16 knot dengan gelombang setinggi 1,5 meter. Kapal ferry juga harus meningkatkan kewaspadaan jika angin mencapai 21 knot dan gelombang setinggi 2,5 meter.

Pihak BMKG meminta masyarakat, terutama nelayan dan penyedia jasa transportasi laut, untuk terus memantau informasi terkini. Pemantauan berkala melalui kanal resmi sangat disarankan guna meminimalkan risiko kecelakaan akibat gelombang tinggi.

Artikel terkait

Rekomendasi